Perkembangan nilai tukar ringgit juga menjadi sentimen positif bagi harga CPO. Kemarin, mata uang Negeri Harimau Malaya melemah 0,21% terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
CPO adalah aset yang dibanderol dalam ringgit. Depresiasi ringgit akan membuat CPO menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain.
Analisis Teknikal
Bagaimana proyeksi harga CPO untuk hari ini? Apakah masih kuat menanjak atau kembali terdepak?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), CPO masih menghuni zona bearish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 46.
RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI CPO belum jauh dari 50 sehingga bisa dikatakan masih cenderung netral.
Sementara indikator Stochastic RSI sudah berada di 6. Jauh di bawah 20 yang berarti masih sangat jenuh jual (oversold).
Dengan demikian, sejatinya harga CPO masih berpeluang naik hari ini. Target resisten terdekat adalah MYR 4.400/ton yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka MA-10 di MYR 4.424/ton bisa menjadi target selanjutnya.
Target paling optimistis atau resisten terjauh ada di MYR 4.446/ton yang menjadi MA-200.
Sedangkan target support terdekat adalah MYR 4.364/ton yang merupakan pivot point. Dari sini, harga CPO berisiko menguji support lanjutan di MYR 4.324-4.201/ton.
Target paling pesimistis atau support terjauh adalah MYR 4.028/ton.
(aji)



























