Logo Bloomberg Technoz

DeepSeek Klaim Hanya Habiskan Rp4,8 M untuk Pelatihan Model AI

Farid Nurhakim
23 September 2025 14:25

DeepSeek. (Andrea Verdelli/Bloomberg)
DeepSeek. (Andrea Verdelli/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pengembang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) asal China, DeepSeek mengeklaim hanya menghabiskan US$294.000 atau setara dengan Rp4,8 miliar (kurs Rp16.631/US$) untuk melatih model R1 mereka.

Anggaran DeepSeek yang jauh lebih rendah daripada angka yang dilaporkan para pesaingnya di Amerika Serikat (AS). Laporan ini kemungkinan akan memicu kembali perdebatan mengenai posisi Beijing dalam persaingan pengembangan AI.

Pembaruan langka dari perusahaan yang berbasis di Hangzhou, China ini–perkiraan pertama yang dirilis terkait biaya pelatihan R1–muncul dalam artikel tinjauan sejawat (peer-review) di jurnal akademik Nature yang telah terbit pada Rabu (17/9/2025). 


Dalam artikel ini, yang mencantumkan pendiri Deepseek, Liang Wenfeng sebagai salah satu penulis pendamping, menyatakan bahwa model R1 perusahaan tersebut yang berfokus pada penalaran (reasoning) menghabiskan biaya pelatihan sebesar US$294.000 atau sekitar Rp4,8 M dan menggunakan 512 cip (chip) Nvidia H800, seperti dilaporkan Channel News Asia, dilansir Selasa (23/9/2025).

Namun, versi artikel sebelumnya yang diterbitkan pada Januari 2025 tak memuat informasi tersebut. Sementara itu, perilisan sistem AI berbiaya rendah oleh DeepSeek pada Januari tahun ini mendorong investor global untuk melepas saham teknologinya, karena mereka khawatir model-model baru tersebut dapat mengancam dominasi para pemimpin AI termasuk Nvidia.