Logo Bloomberg Technoz

APBN Agustus 2025 Defisit, Tapi Tak Gali Lubang Tutup Lubang

Sultan Ibnu Affan
22 September 2025 15:42

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat pemaparan APBN Kita di Kantor Kemenkeu, Senin (22/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat pemaparan APBN Kita di Kantor Kemenkeu, Senin (22/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 tercatat defisit Rp321,6 triliun per 31 Agustus 2025. Kendati demikian, posisi keseimbangan primer masih mencatat surplus Rp22 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, target terbaru keseimbangan primer APBN sepanjang 2025 yakni mencatatkan defisit Rp109,9 triliun. 

Keseimbangan primer merupakan kondisi di mana total pendapatan negara dikurangi belanja negara, di luar pembayaran bunga utang. Apabila total pendapatan negara lebih besar dibandingkan belanja negara di luar pembayaran bunga utang maka keseimbangan primer akan positif.


Begitu juga sebaliknya bila keseimbangan negatif, maka itu berarti total pendapatan negara lebih kecil bila dibanding belanja negara di luar pembayaran bunga utang. Keseimbangan primer surplus berarti utang lama tak perlu dibayar dengan penarikan utang baru. Dalam istilah sehari-hari, pemerintah tak gali lubang untuk tutup lubang.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi defisit APBN sampai akhir Agustus tercatat Rp321,6 triliun atau 1,35% terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka ini  memiliki porsi 48,6% dibanding target defisit sepanjang 2025 yang sebesar -Rp662 triliun atau 2,78% terhadap PDB.