"IDF menyesali setiap cekala yang menimpa individu yang tidak terlibat dan berupaya meminimalkan celaka semaksimal mungkin. Insiden ini sedang ditinjau," bunyi pernyataan IDF.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam, dalam unggahan di X, menilai serangan tersebut sebagai "kejahatan terang-terangan terhadap warga sipil dan pesan intimidasi yang ditujukan pada rakyat kami yang kembali ke desa-desa mereka di selatan."
Lebanon semakin ditekan oleh AS, Arab Saudi, dan rival domestik Hizbullah untuk mendesak kelompok yang didukung Iran tersebut melucuti senjatanya.
Menurut Hizbullah, membicarakan perlucutan senjata saja akan menjadi kesalahan serius, sementara Israel terus melancarkan serangan udara ke Lebanon dan menduduki sebagian besar wilayah di selatan negara tersebut.
Israel sering menyerang apa yang disebutnya sebagai posisi Hizbullah di Lebanon selatan, meski gencatan senjata yang dimediasi AS antara Lebanon dan Israel berlaku efektif pada November setelah lebih dari setahun konflik, yang dipicu oleh perang di Gaza.
(ros)



























