Dengan demikian, keseimbangan primer tercatat surplus Rp22 triliun atau berbeda dari target terbaru 2025 yang tercatat defisit Rp109,9 triliun.
Dengan demikian, pembiayaan anggaran sampai akhir Agustus telah terealisasi mencapai Rp425,7 triliun atau 64,3% dari target 2025 yang sebesar Rp662 triliun. Angka ini melonjak 44,3% dari realisasi utang tahun lalu.
Sebelumnya, pemerintah melakukan perubahan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025. Hal tersebut tertuang dalam Lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025.
Salah satu perubahan yang dilakukan terkait asumsi makro yakni pertumbuhan ekonomi dan nilai tukar rupiah. Dalam RKP 2025 terbaru, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di angka 5,3% dengan tingkat inflasi 2,5 plus minus 1%, dan asumsi kurs Rp16.000-Rp16.900 per dolar AS.
Hal ini jauh lebih pesimistis dibanding RKP sebelumnya. Dalam Perpres Nomor 109 Tahun 2024 diketahui pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional di rentang 5,3-5,6% dengan tingkat inflasi 2,5 plus minus 1%, dan asumsi kurs Rp15.300-Rp15.900 per dolar AS.
"Pencapaian sasaran Pertumbuhan Ekonomi tahun 2025 sebesar 5,3% didukung oleh stabilitas ekonomi makro yang diupayakan terus menguat dengan memastikan indikator makro fiskal tetap berkinerja bark untuk menjamin keberlanjutan pembangunan dalam jangka menengah-panjang," jelas isi perubahan RKP tersebut, dikutip Selasa (16/9/2025).
Selain itu, pemerintah juga melakukan meningkatkan target penerimaan perpajakan, di mana dalam Perpres terbaru ini ditargetkan sebesar 10,24% terhadap PDB, sementara dalam RKP sebelumnya ditargetkan 10,1-10,3% dari PDB.
Tak hanya itu, dalam pemutakhiran RKP 2025 ini, Presiden Prabowo Subianto turut memasukkan pembentukan Badan Penerimaan Negara (BPN) untuk meningkatkan perekonomian nasional tahun 2025, ke dalam bagian poin ke-8 program hasil terbaik cepat.
"Mendirikan Badan Penerimaan Negara dan meningkatkan hasil penerimaan negara terhadap produk domestik bruto (PDB) ke 23%," tulis poin tersebut.
(lav)

























