Logo Bloomberg Technoz

Perdebatan Sarapan 2 Telur Antara Menkes Vs Dekan FKUI

Dinda Decembria
22 September 2025 12:20

Menkes, Budi Gunadi Sadikin saat konfrensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan T.A 2026 di Jakarta, Jumat (15/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Menkes, Budi Gunadi Sadikin saat konfrensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan T.A 2026 di Jakarta, Jumat (15/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya sarapan sehat dengan mengonsumsi protein. 

Dalam video yang viral, Budi menyarankan masyarakat untuk menghindari sarapan manis seperti sereal, nasi uduk, atau lontong, dan memilih makanan rendah kalori serta tinggi protein.

“Sarapan pagi apanya itu sereal, nasi uduk, atau lontong? Saya sebagai Menteri Kesehatan mau hidup sehat, apalagi saya sudah tua. Kalau pertama kali makan, jangan yang manis-manis seperti itu, karena gula kita nanti langsung naik. Kita butuh makanan sehat, contohnya protein,” ujar Budi Gunadi Sadikin.


Ia mencontohkan sarapan sehat yang ia pilih sendiri, yaitu telur rebus. “Pagi ini saya akan sarapan telur rebus. Ini kalori rendah, tinggi protein, sesuai kebutuhan harian saya, yaitu 0,8 gram per kilogram berat badan. Satu telur hanya 2.500 rupiah, jadi dua telur cukup 5.000 rupiah. Enak dan sehat,” tambah Menkes.

Namun, pernyataan Menkes mendapat tanggapan dari Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).