Logo Bloomberg Technoz

Menurut data Kementerian ESDM, Pertamina Patra Niaga memiliki sisa kuota impor sebesar 34% atau sekitar 7,52 juta kiloliter sampai akhir tahun ini.

Kuota itu dianggap cukup untuk memenuhi tambahan alokasi bagi SPBU swasta hingga Desember 2025 sebesar 571.748 kiloliter.

Nantinya, Bahlil menerangkan, bahan bakar yang akan dibeli SPBU swasta dari Pertamina berbasis fuel base atau murni.

“Jadi barangnya itu, ibarat bikin teh, mereka [SPBU swasta] bilang, ‘jangan teh, air panas saja.’ Jadi produknya itu nanti dicampur di masing-masing perusahaan,” kata Bahlil.

Selain itu, Bahlil menegaskan, kualitas BBM Pertamina yang dijual ke SPBU swasta harus melalui uji kualitas yang dilakukan oleh joint surveyor yang disepakati bersama.

Di sisi lain, dia berharap, selepas kesepakatan tersebut persoalan terkait dengan kelangkaan bensin di jaringan SPBU swasta bisa teratasi dalam waktu dekat.

“Ada aturan yang kita harus taati, tapi juga kita harus mengerti betul apa yang harus kita lakukan untuk kita semua,” tuturnya.

Kabar PHK 

Adapun, warganet telah ramai memperbincangkan kelangkaan stok BBM yang terjadi di Shell Indonesia hingga BP-AKR. 

Salah satunya, bahkan mengunggah cerita dari petugas SPBU Shell yang menyatakan sejumlah petugas lapangan Shell telah terkena PHK imbas dampak koosongnya pasokan tersebut.

“Ini kita udah terakhir pak, yang lain udah pada di-layoff. Stock impor udah ga akan ada lagi sampe tahun depan. Kalo stock yang di terminal penyimpanan abis, selesai sudah,” tulis unggahan akun Ilmudata di media sosial Threads, dikutip Senin (15/9/2025).

Untuk diketahui, dua perusahaan SPBU swasta yakni Shell Indonesia dan BP-AKR melaporkan kelangkaan stok sejak bulan lalu.

(naw)

No more pages