Logo Bloomberg Technoz

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan Bank Sentral juga menurunkan level suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 3,75%, dan suku bunga Lending Facility turun sebesar 25 bps menjadi 5,5%

“Keputusan ini sejalan dengan upaya bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menjaga tetap rendahnya prakiraan inflasi 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5±1% dan stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers yang dilakukan secara daring siang ini.

Keputusan ini di luar ekspektasi pasar yang terbilang satu suara meramal keputusan Rapat Dewan Gubernur hari ini. Konsensus 38 Ekonom/Analis yang disurvei oleh Bloomberg menghasilkan median 5% untuk BI Rate.

Hasilnya, BI kembali mengejutkan pasar dengan tak terduga memangkas suku bunga acuan untuk keenam kali sejak September 2024 lalu.

Gubernur Perry mengatakan, permintaan dalam negeri masih lemah. Respon Kebijakan yang lebih kuat dibutuhkan agar perekonomian bisa kembali pulih. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi RI tahun ini akan di atas titik tengah proyeksi Bank Indonesia yaitu 4,6%–5,4%.

Sedang inflasi diperkirakan akan berada di kisaran 1,5 –3,5% pada tahun ini dan tahun depan.

“BI akan terus memperkuat sinergi dengan kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian,” tutur dia.

(fad/aji)

No more pages