Hal tersebut merupakan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI periode September yang digelar pada 16–17 September 2025.
Dengan keputusan ini, Bank Sentral telah memangkas suku bunga acuan selama dua bulan berturut–turut, dan secara akumulasi telah menurunkan BI Rate sebanyak lima kali dengan total 125 basis poin (bps) sepanjang tahun.
“Suku bunga Deposit Facility turut dipangkas sebesar 50 bps menjadi 3,75%, dan suku bunga Lending Facility turun sebesar 25 bps menjadi 5,5%,” jelas Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers hari ini, Rabu.
Sebelumnya, konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg dengan melibatkan 38 analis/ekonom hingga Rabu pagi, menghasilkan median proyeksi di 5%. Artinya, BI Rate ditahan, tidak ke mana-mana.
Tahun ini, MH Thamrin menerapkan kebijakan moneter yang cenderung longgar. Dalam setahun, BI Rate sudah turun 150 basis poin (bps) sejak September 2024.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, permintaan dalam negeri masih lemah. Respon Kebijakan yang lebih kuat dibutuhkan agar perekonomian bisa kembali pulih. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi RI tahun ini akan di atas titik tengah proyeksi Bank Indonesia yaitu 4,6%-5,4%.
Sedang inflasi dalam negeri diprediksi akan berada di kisaran 1,5%-3,5% pada tahun ini dan tahun depan.
(fad/aji)


























