Logo Bloomberg Technoz

Seiring reli harga, fund manager meningkatkan net bullish ke level tertinggi sejak Mei. Kondisi ini mendorong arabika masuk area jenuh beli, dengan indeks kekuatan relatif (RSI) 14 hari menembus 70 — sinyal bahwa reli berlangsung terlalu cepat.

Situasi tersebut memicu sebagian pedagang menutup posisi jual, yang makin mengerek harga, kata Judy Ganes, Presiden J. Ganes Consulting. Menurut dia, saat ini cuaca kering namun tidak ekstrem. Meski demikian, pasar tetap cemas lantaran cuaca awal tahun yang memengaruhi ukuran biji.

Meski produksi global lebih baik, kopi dari luar Brasil tetap diperdagangkan tinggi karena terjadi perebutan pasokan dari kopi yang berasal dari negara lain akibat tarif, ujarnya. Kondisi ini membuat biji kopi dijual langsung ke roasters alih-alih masuk bursa, sehingga stok tersertifikasi di bursa berada di level terendah sejak Mei 2024.

Departemen Pertanian AS pada Juni memproyeksikan produksi 2025-2026 mencapai rekor 178,7 juta kantong, dengan outlook stabil di Brasil serta pemulihan di negara produsen lain seperti Vietnam.

“Kita seharusnya melihat harga melemah kecuali ada masalah besar pada fase pembungaan untuk panen Brasil 2026-2027, dan cerita itu belum ditulis. Bahkan dengan beberapa kali suhu dingin, panen masih bisa solid,” ujar Ganes. “Bagi saya ini murni faktor finansial, dan diperburuk oleh tarif.”

Wilayah utama arabika di Brasil diperkirakan hanya akan mendapat hujan ringan lima hari ke depan, tulis meteorolog Climatempo, Nadiara Pereira, dalam catatan Senin. Hujan diproyeksikan lebih intensif awal pekan depan, tambahnya.

(bbn)

No more pages