Logo Bloomberg Technoz

Kepada awak media di Madrid, Wakil Menteri Perdagangan China Li Chenggang juga mengatakan kerangka kerja "konsensus" mengenai TikTok telah dicapai, sekaligus memperingatkan bahwa Beijing tidak akan mengorbankan prinsip-prinsipnya demi kesepakatan.

Rincian kerangka kerja tersebut, dan apakah akan memenuhi persyaratan undang-undang (UU) keamanan nasional AS yang berlaku sejak Januari, masih belum jelas. Namun, pejabat AS menekankan bahwa suatu kesepakatan sangat penting agar Trump dan Xi bisa mengadakan pertemuan tatap muka pertama mereka pada akhir tahun ini.

Menurut pejabat yang berbicara dengan syarat anonim karena isu ini sensitif, jika tidak ada kesepakatan mengenai TikTok, pertemuan Trump-Xi di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik di Korea Selatan akhir bulan depan tidak akan mungkin terjadi. Kunjungan kenegaraan Trump ke China juga mungkin akan batal.

Perundingan di Madrid terjadi menjelang tenggat waktu yang semakin dekat akhir pekan ini untuk mencapai kesepakatan yang akan mendivestasikan operasional TikTok di AS agar mematuhi UU keamanan nasional AS.

Trump telah memperpanjang batas waktu tersebut lebih dari sekali agar aplikasi populer, yang menurutnya telah membantu meningkatkan popularitasnya di kalangan pemilih anak muda pada Pemilu terakhir, tersebut tetap beroperasi.

Solusi yang melibatkan Oracle Corp dan investor AS lainnya pernah diusulkan sebelumnya. Oracle dan TikTok bekerja sama dalam rencana bernama Project Texas guna memisahkan dan mengamankan data pengguna TikTok di AS dari operasional ByteDance di China.

Oracle juga menjadi kandidat utama untuk mengakuisisi sebagian bisnis TikTok pada 2020 saat Trump mencoba, tetapi gagal, melarang aplikasi tersebut karena kekhawatiran keamanan nasional selama masa jabatan pertamanya.

"Presiden Trump dan Ketua Partai Xi akan berbicara pada Jumat untuk menyelesaikan kesepakatan, tetapi kami memiliki kerangka kerja untuk kesepakatan dengan TikTok," kata Bessent. "Saya pikir kerangka kerjanya bertujuan untuk mengalihkan kepemilikan TikTok ke pihak yang dikendalikan AS."

Wang Jingtao, Wakil Direktur Administrasi Siber China, menunjukkan metode seperti pengoperasian data pengguna TikTok di AS yang dipercaya, serta menyebut algoritma dan hak kekayaan intelektual, tanpa merinci lebih lanjut.

(bbn)

No more pages