Logo Bloomberg Technoz

Isu soal minat RAJA atas 25% participating interest blok gas Asap Kido Merah muncul tahun lalu.

RAJA kala itu dikabarkan sudah memulai pembicaraan dengan beberapa pemilik upstream (hulu) proyek migas. 

GOKPL merupakan entitas Genting Group yang dimiliki oleh taipan dan pengusaha resor judi asal Malaysia, Lim Kok Thay. Pengembangan blok gas ini ditaksir menelan investasi hingga US$3,37 miliar atau setara sekitar Rp52,5 triliun.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto sebelumnya mengatakan, proyek tersebut dapat memberikan output onstream pada 2025, dengan target produksi mencapai 330 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd).

Adapun, Lapangan gas AKM ini juga direncanakan untuk memasok gas untuk Kawasan Industri Pupuk di Fakfak. Dwi mengatakan, perkembangan head of agreement (HoA), gas sales agreement PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dan update front end engineering design (FEED) juga telah rampung 100%.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sendiri sebelumnya telah merevisi rencana pengembangan atau plan of development (PoD)-nya pada Februari 2023.

Revisi PoD itu mengubah identifikasi awal cadangan gas dari PoD sebelumnya sebesar 1.735 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) menjadi 2.244,45 BSCF. Lalu, potensi cadangan kondensat naik menjadi 5,4 MMSTB

Setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widowo atau Jokowi pada November 2023, pengembangan Lapangan AKM ini diharapkan akan memberikan kontribusi secara langsung pada target produksi Nasional 1 juta barel pada 2030 dan penyerapan tenaga kerja lokal di Kabupaten Teluk Bintuni dan Fakfak pada masa konstruksi.

(dhf)

No more pages