"Dukungan untuk pembangunan infrastruktur melalui APBN juga dilanjutkan yang diarahkan untuk proyek-proyek prioritas," tutur dia.
Dalam paparannya, Danantara diproyeksikan dapat andil dalam investasi di dalam negeri sebesar Rp380 triliun sepanjang tahun ini. Sementara untuk 2026 meningkat menjadi Rp720 triliun.
Pada 2027, peran investasinya juga semakin diperbesar menjadi sebesar Rp770 triliun, yang juga kembali naik pada 2028 menjadi senilai Rp860 triliun. Pada 2029, andilnya juga diproyeksikan menjadi sebesar Rp980 triliun.
Saat ini, kata dia, kinerja negara perdagangan juga masih konsisten mengalami surplus dalam lima tahun terakhir. Sepanjang tahun ini, neraca juga masih surplus sekitar US$29 miliar, yang juga tumbuh 52,6% secara tahunan.
"Ini menggambarkan ekonomi global tidak seburuk yang dibayangkan orang, dan mesin-mesin ekspor kita siap untuk mengisi kebutuhan ekonomi global, jadi pertumbuhannya signifikan," tutur dia.
(lav)





























