Logo Bloomberg Technoz

Pipa tersebut berpotensi mengubah arus perdagangan gas global pada dekade mendatang.

Bagi Rusia, Power of Siberia 2 bisa menjadi kompensasi atas hilangnya pasar pipa gas ke Eropa setelah kawasan itu beralih ke sumber alternatif pascainvasi penuh ke Ukraina.

Sementara unuk China, proyek ini menawarkan strategi lindung nilai terhadap risiko pasokan LNG global, di mana AS—saingan geopolitiknya—telah menjadi eksportir terbesar bahan bakar cair superdingin itu.

Jalur pipa gas Power of Siberia 2. (Bloomberg)

Seberapa besar Power of Siberia 2?

CEO Gazprom Alexey Miller menyebut jaringan pipa Power of Siberia 2 yang membentang dari Rusia, Mongolia, hingga China sebagai “proyek gas terbesar, paling masif, dan padat modal di dunia.”

Rutenya lebih dari 4.000 kilometer, dengan 2.600 kilometer melintasi hutan Siberia di Rusia, hampir 1.000 kilometer melalui padang rumput Mongolia, sebelum menuju kota-kota pesisir utama di China.

Kapasitas penuh pipa ini mencapai 50 miliar meter kubik (bcm) per tahun—hampir setara dengan Nord Stream 1 di Laut Baltik yang kini berhenti beroperasi.

Bagaimana dibandingkan dengan ekspor pipa Rusia ke China saat ini?

Rusia sudah mengirim gas ke China lewat Power of Siberia 1 berdasarkan kontrak 30 tahun. Jalur yang beroperasi sejak 2019 itu mencapai kapasitas maksimal 38 bcm pada tahun ini. Jalur Far Eastern yang kedua diproyeksikan beroperasi pada 2027.

Gazprom, yang mayoritas dimiliki pemerintah Rusia, juga menyepakati peningkatan pasokan lewat kedua koridor tersebut menjadi 56 bcm dari sebelumnya 48 bcm, menurut kantor berita Tass. Dengan tambahan Power of Siberia 2, ekspor pipa Rusia ke China bisa hampir dua kali lipat.

Berapa biayanya?

Detail biaya, skema pendanaan, dan jadwal pembangunan belum diumumkan. Carnegie Russia Eurasia Center memperkirakan konstruksi bisa mencapai US$36 miliar untuk jalur Rusia dan Mongolia. Sebagian besar jalur akan memanfaatkan infrastruktur Gazprom yang sudah ada di Siberia, sehingga bisa menekan biaya dan waktu.

Membangun pipa lintas iklim ekstrem bukan perkara mudah. Namun Rusia dan China berhasil menyelesaikan Power of Siberia 1 sepanjang 6.000 km hanya dalam lima tahun sejak kontrak diteken. Tantangan baru muncul dengan keikutsertaan Mongolia sebagai pihak ketiga.

Berapa gas yang akan diimpor China?

CNPC dan Gazprom menandatangani kontrak 30 tahun untuk Power of Siberia 2, menurut Tass. Namun belum jelas apakah Beijing akan menyetujui kontrak berbasis volume tetap atau lebih fleksibel, menyesuaikan permintaan domestik dan harga pasar. Rusia tentu ingin memastikan semua kapasitas terserap untuk menjamin pembayaran jangka panjang.

Aliran gas Rusia dari pipa ke Uni Eropa susut. (Bloomberg)

Berapa harga gasnya?

Harga menjadi isu paling alot dalam negosiasi. Presiden Rusia Vladimir Putin pada September menyebut harga akan “berbasis pasar” dengan formula berbeda dari kontrak Eropa. Gazprom menegaskan gas via jalur baru akan lebih murah ketimbang harga ekspor ke Eropa.

Power of Siberia 1 saat ini termasuk pasokan gas impor termurah bagi China. BloombergNEF memperkirakan harga gas pipa Rusia sepertiga lebih murah dibanding kontrak LNG jangka panjang China, dan kurang dari separuh harga LNG spot untuk musim dingin mendatang.

Kenapa penting bagi Rusia?

Arus gas ke timur bisa menutup hilangnya pasar Eropa pasca-2022, ketika impor gas Eropa anjlok dari 150 bcm menjadi kurang dari 10% tahun ini. Uni Eropa bahkan berencana menghentikan semua pembelian gas Rusia pada 2027.

Power of Siberia 2 akan menyalurkan gas dari ladang Yamal di Siberia Barat yang dulunya untuk Eropa ke China. Kapasitas penuh setara sepertiga ekspor gas Rusia ke Eropa sebelum perang.

Proyek ini juga bisa memicu permintaan baja dan tenaga kerja domestik, menopang ekonomi Rusia yang kian terisolasi.

Apa keuntungan bagi China?

Bagi Beijing, pipa ini menjadi sumber gas murah jangka panjang. Namun permintaan gas China kini tak seagresif ketika kontrak Power of Siberia 1 diteken. Pertumbuhan ekonomi yang melambat serta dominasi batu bara dan energi terbarukan menahan laju konsumsi gas.

Proyeksi permintaan LNG China dibandingkan dengan gas pipa sampai 2034. (Bloomberg)

China berhati-hati agar tidak terlalu bergantung pada satu pemasok. Rusia sudah jadi salah satu sumber utama gas pipa dan pemasok LNG terbesar ketiga setelah Australia dan Qatar.

Pasar LNG global memberi fleksibilitas lebih, meski risiko ketergantungan pada ekspor AS kian besar.

Power of Siberia 2 memberi Beijing opsi lindung risiko sekaligus memperkuat keamanan energi, terutama bila jalur laut terganggu konflik di Timur Tengah atau ketegangan dengan AS dan sekutunya.

Apa dampaknya bagi pasar global?

Sebagai importir LNG terbesar dunia, berkurangnya permintaan China bisa mengguncang pasar global. BloombergNEF menghitung pasokan pipa baru dan ekspansi jalur lama bisa menggantikan lebih dari 40 juta ton LNG per tahun—lebih dari separuh impor LNG China pada 2024.

Bagaimana cara China memenuhi kebutuhan gasnya. (Bloomberg)

Konsumsi LNG yang lebih rendah dari China bisa menurunkan harga global, meringankan inflasi di Asia dan Eropa, tapi jadi kabar buruk bagi eksportir, termasuk proyek baru AS yang didorong Presiden Donald Trump.

Pasar LNG global memang diprediksi kelebihan pasokan beberapa tahun ke depan, dan bila Power of Siberia 2 beroperasi awal 2030-an, tren surplus bisa makin panjang.

Kenapa proyek ini jalan sekarang?

Bertahun-tahun proyek ini mandek, dengan pertemuan Putin-Xi yang kerap berakhir tanpa hasil konkret. Terobosan terbaru muncul di tengah memanasnya perang dagang AS-China.

Sejak Januari, Trump kembali mengenakan tarif baru, termasuk bea masuk atas LNG AS yang membuat China tak menerima kargo sejak Februari.

Hubungan energi Beijing-Moskow juga makin intens tahun ini. Agustus lalu, China menerima kargo perdana dari proyek Arctic LNG 2 Rusia, meski proyek itu dibekukan sanksi AS sejak 2023.

China tampak tak gentar dengan ancaman Trump menghukum negara-negara yang menopang ekonomi perang Rusia.

(bbn)

No more pages