Logo Bloomberg Technoz

Kepala BGN Ungkap Penambahan SPPG di Tengah Kasus Keracunan

Muhammad Fikri
09 September 2025 11:20

Potongan iklan MBG bergaya kartun diduga memakai teknologi kecerdasan buatan atau artificial inteliigence. (Dok: Tangkapan layar IG @meutya_hafid)
Potongan iklan MBG bergaya kartun diduga memakai teknologi kecerdasan buatan atau artificial inteliigence. (Dok: Tangkapan layar IG @meutya_hafid)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana melaporkan penambahan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi secara nasional. Namun, di tengah peningkatan infrastruktur pelayanan gizi tersebut, kasus keracunan program makan bergizi gratis (MBG) justru terus bertambah di sejumlah daerah.

Dadan mengatakan hingga tadi malam jumlah SPPG yang sudah operasional tercatat 7.453 unit, sementara 11.754 lainnya masih dalam proses pengajuan. "Siang ini sebetulnya SPPG-nya sudah bertambah menjadi 7.477 dan ini sudah tersebar di 38 provinsi, kemudian di 509 kabupaten dan di 7.022 kecamatan," kata Dadan, Senin (8/9/2025).

Meski demikian, ada lima kabupaten yang belum memiliki satupun SPPG, baik yang beroperasi maupun yang mengajukan. Daerah tersebut meliputi Papua Barat, Kepulauan Pegunungan Arfak, Sumba Tengah; Maybrat, Tambrauw, serta Mahakam Ulu di Kalimantan Timur.


Secara total, BGN mencatat ada 29.501 SPPG yang sudah terdaftar di portal mitra.bgn.go.id. Dadan menegaskan bahwa seluruh fasilitas tersebut dibangun murni melalui kontribusi masyarakat. 

“Masing-masing SPPG biasanya mengeluarkan uang antara Rp1,5-2 miliar. Jadi uang yang beredar di masyarakat cukup besar sehingga tidak heran kalau ada laporan penjualan material bangunan bergairah di daerah,” ujarnya.