Logo Bloomberg Technoz

IHSG menjadi sedikit dari Bursa Asia yang menetap di zona merah, index Shenzhen Comp. (China), Straits Times (Singapura), dan CSI 300 (China) yang masih melemah dan tertekan mencapai 0,23%, 0,20%, dan 0,03%.

Sedang lainnya Bursa Asia berhasil melesat di zona hijau dengan penguatan terbaiknya, Hang Seng (Hong Kong), TW Weighted Index (Taiwan), Kospi (Korea Selatan), Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), NIKKEI 225 (Jepang), SETI (Thailand), TOPIX (Jepang), Shanghai Composite (China), dan PSEI (Filipina).

Dengan demikian, IHSG adalah Bursa Saham dengan pelemahan terdalam dan paling ambles di Asia dan juga ASEAN, bersanding dengan Bursa Saham China.

Rupiah Melemah 1%

Dari dalam negeri, depresiasi rupiah menjadi sentimen negatif bagi IHSG. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah terus–menerus lesu di hadapan dolar Amerika Serikat (AS).

Pada perdagangan pagi hari ini di pasar spot, US$ 1 setara dengan Rp16.485. Rupiah melemah 1%.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah terus terjerumus turun hingga sempat menyentuh level terlemah di sesi intraday mencapai Rp16.492/US$, sebelum ada di level Rp16.470/US$ pagi hari ini pukul 09:40 WIB.

Adapun Rupiah melemah ditengarai terimbas sentimen dalam negeri. Kemarin, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Sebelumnya, Yudhi menjabat sebagai Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Dinamika ini membuat investor cenderung menjual aset-aset keuangan di pasar keuangan Tanah Air. Kemarin, imbal hasil yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun naik ke level 6,39%. Kemudian yield untuk tenor dua tahun naik ke 5,4% dan lima tahun naik menjadi 5,76%.

Kenaikan yield menandakan harga surat utang sedang turun karena tekanan jual.

Sentimen itu dikombinasikan dengan “Keberlanjutan kehati-hatian fiskal akan menjadi fokus utama. Pasar akan menanti strategi Menteri Keuangan baru di tengah pernyataan pro-pertumbuhan ekonomi,” mengutip riset Macquarie.

Yudhi berkomitmen untuk menyukseskan program–program pemerintah dan menyatakan pertumbuhan ekonomi di atas 6% bisa tercapai. Macquarie menilai eksekusi akan menjadi kunci dengan target menjaga defisit anggaran tetap maksimal 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“Walaupun Purbaya Yudhi Sadewa merupakan ekonom berpengalaman di pasar maupun Pemerintahan, kepercayaan investor, terutama asing terhadap beliau masih belum terbangun. Untuk menstabilkan kondisi pasar, beliau perlu menunjukkan kemahiran menjaga stabilitas makro disamping janjinya untuk memenuhi harapan Presiden Prabowo Subianto dalam memacu pertumbuhan ekonomi,” sebut riset Mega Capital Sekuritas.

- Dengan asistensi Ruisa Khoiriyah -

(fad/aji)

No more pages