Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, saham–saham teknologi, dan saham properti juga melemah dengan tertekan 1,97%, dan 1,48%.

Sementara Bursa Saham Asia lainnya justru kompak menapaki jalur hijau. Pada pukul 17.00 WIB, NIKKEI 225 (Tokyo), TOPIX (Jepang), Shenzhen Comp. (China), Hang Seng (Hong Kong), KLCI (Malaysia), KOSPI (Korea Selatan), Shanghai Composite (China), TW Weighted Index (Taiwan), CSI 300 (China), SENSEX (India), SETI (Thailand), dan Straits Times (Singapura), dengan keberhasilan kenaikan masing–masing mencapai 1,45%, 1,06%, 0,9%, 0,85%, 0,47%, 0,45%, 0,38%, 0,22%, 0,16%, 0,12%, 0,1%, dan 0,03%.

Sementara itu, hanya dua indeks yang menemani IHSG di zona merah, yaitu Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), dan juga PSEI (Filipina), yang terpangkas masing–masing 2,55%, dan 0,77%.
 
Melemahnya IHSG tersengat sentimen yang datang dari dalam negeri. Presiden Prabowo Subianto resmi melangsungkan reshuffle Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran, lima Menteri diganti, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Pelantikan para Menteri dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo di Istana Negara, hari ini, Senin.

Prabowo melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani, lalu Mukhtaruddin sebagai Menteri Perlindungan Migran menggantikan Abdul Kadir Karding, Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi menggantikan Budi Arie,

Selain lima menteri yang direshuffle, Prabowo juga melantik Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji. Dahnil Anzar Simanjuntak, yang sebelumnya menjadi Wakil BP Haji, secara bersamaan dilantik sebagai Wakil Menteri Haji.

“Berlaku sejak saat pelantikan, ditetapkan di Jakarta 8 September 2025,” tulis Keppres Prabowo.

Berseberangan dengan itu, Bursa Asia justru menyambut sentimen positif, tanda–tanda tenaga kerja AS yang mendingin terus mempertegas spekulasi The Fed akan memangkas bunga acuan bulan ini.

US Bureau of Labor Statistics melaporkan perekonomian Negeri Paman Sam menciptakan 22.000 lapangan kerja non–Pertanian (non–Farm Payroll) sepanjang Agustus. Jauh lebih rendah daripada Juli yang sebanyak 79.000 dan estimasi pasar yaitu 75.000. Memantapkan probabilitas penurunan suku bunga global.

Probabilitas Federal Funds Rate September 2025 (Sumber: CME FedWatch)

Data ini menebalkan keyakinan pasar Bank Sentral Federal Reserve akan memangkas suku bunga acuan dalam rapat bulan September ini. Perlambatan di pasar tenaga kerja sudah begitu terasa, sehingga mungkin sudah saatnya mengucurkan stimulus moneter.

Mengutip CME FedWatch Tools, probabilitas penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) ke 4—4,25% dalam rapat September adalah 90,1%. Adapun peluang penurunan 50 bps menjadi 3,75-4% mencapai 9,9%.

Adapun kemungkinan bunga acuan bertahan di 4,25–4,5% adalah 0%, yang artinya hampir tidak mungkin The Fed akan mempertahankan Federal Funds Rate bulan ini.

(fad/ain)

No more pages