Secara keseluruhan, durasi gerhana bulan kali ini mencapai 5 jam 29 menit 48 detik, dengan fase totalitas yang berlangsung 1 jam 22 menit 56 detik. Pada fase ini, Bulan akan tampak berwarna merah darah akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi.
Dari sisi lokasi pengamatan, wilayah barat Indonesia seperti Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta disebut sebagai area terbaik karena seluruh fase gerhana dapat terlihat jelas dari awal hingga akhir.
Wilayah tengah dan timur Indonesia, termasuk Sulawesi, Maluku, dan Papua, juga berkesempatan menyaksikan gerhana hingga fase total. Namun, di Papua bagian timur, Bulan akan terbenam sebelum fase penumbra berakhir.
"Gerhana Bulan Total 7 September 2025 ini merupakan anggota ke 41 dari 71 anggota pada seri Saros 128. Gerhana bulan sebelumnya yang berasosiasi dengan gerhana ini adalah Gerhana Bulan Total 28 Agustus 2007. Adapun gerhana Bulan yang akan datang yang berasosiasi dengan gerhana bulan ini adalah Gerhana Bulan Total 19 September 2043."
Masyarakat dapat melakukan pengamatan di ruang terbuka dengan kondisi minim polusi cahaya agar fenomena dapat terlihat optimal. Gerhana bulan total ini juga aman disaksikan dengan mata telanjang tanpa memerlukan alat bantu khusus, berbeda dengan gerhana matahari yang membutuhkan pelindung khusus.
Mengutip dari Lapan, berikut ini lokasi-lokasi terbaik untuk dapat memantau Gerhana Bulan pada 7 September 2025 mendatang:
1. Bukit Putra Tengah (Bogor, Jawa Barat)
2. Padang Savana Malabar (Lembang, Jawa Barat)
3. Pantai Baron (Gunungkidul, Yogyakarta)
4. Pantai Watu Karung (Pacitan, Jawa Timur)
5. Gunung Bromo (Jawa Timur).
(prc/frg)





























