Bukan hanya produk segar saja, bersama dengan anggota kelompoknya Markun juga sudah bisa memproduksi brownies dan bolu stroberi. Dua jenis kue ini adalah diversifikasi produk untuk meningkatkan nilai jual.
“Produk kami sering diborong oleh Pertamina. Warga Lahat dan Muara Enim juga ada yang membeli. Ke depannya stroberi Rantau Dedap bisa masuk ke super market di kota-kota besar,” tambah Markun.
Nyalakan Energi Baru
Dusun Rantau Dedap, Desa Segamit, menjadi desa kedua di Sumatra Selatan yang diresmikan sebagai Desa Energi Berdikari (DEB). Pertamina membangun 5 unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 47 kWh yang memberi manfaat langsung bagi lebih dari 133 KK dan 15 lahan kelompok tani. Kehadiran PLTMH ini juga mampu mereduksi emisi 246,3 ton CO₂eq per tahun serta menghasilkan penghematan listrik senilai Rp389 juta dalam setahun.
Selain energi, masyarakat turut merasakan manfaat di bidang ekonomi melalui pengembangan demplot stroberi dan kentang beserta rumah produksi. Area Manager Communication, Relations & CSR RU III Plaju, Siti Rachmi Indahsari, menegaskan bahwa program ini tidak hanya menghadirkan energi baru terbarukan, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal lewat pertanian. Kini petani stroberi lebih mudah dalam perawatan dan penyiraman berkat aliran air dari PLTMH.
“Masyarakat sudah memiliki pengetahuan yang mumpuni tentang pertanian, kami hadir untuk menyempurnakan potensi yang luar biasa ini,” kata Rachmi.
Pemanfaatan PLTMH di Dusun Rantau Dedap tidak hanya menyediakan listrik berkelanjutan, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi penguatan ekonomi masyarakat. Energi ramah lingkungan ini membuka peluang tumbuhnya usaha berbasis hasil pertanian lokal sekaligus menekan emisi karbon.
“Kami percaya, kemandirian energi akan menjadi pintu bagi kemandirian ekonomi. Dusun Rantau Dedap dapat menjadi contoh nyata bagaimana energi terbarukan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ucap Rachmi.
Selaras SDGs dan ESG
(tim)





























