Logo Bloomberg Technoz

Jika rupiah mampu menguat, maka target resisten terdekat ada di Rp 16.400/US$. Penembusan di titik ini berpotensi mengangkat rupiah ke arah Rp 16.370/US$ usai tembus MA (Moving Average) 100.

Adapun rupiah sejatinya masih memiliki potensi penguatan lanjutan seiring sentimen pasar yang mulai membaik. Resisten potensial ada di Rp 16.300/US$ meski saat ini peluangnya masih terbatas.

Analisis Teknikal Nilai Rupiah Selasa 2 September 2025 (Riset Bloomberg Technoz)

Sentimen Membaik

Pelemahan rupiah sudah terbaca sebelum pasar spot dibuka. Di pasar Non-Deliverable Forwards, rupiah diperdagangkan di Rp 16.461/US$ untuk tenor satu bulan.

Aksi jual di pasar keuangan domestik masih terjadi pada perdagangan kemarin. Terlihat dari kenaikan imbal hasil (yield) surat utang pemerintah di berbagai tenor. Kenaikan yield menandakan harga obligasi sedang turun.

Kemarin, yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 20 tahun naik 5,3 basis poin (bps) menjadi 6.91%. Kemudian 10 tahun naik 5,2 bps ke 6,41% dan 5 tahun naik 3,9 bps menjadi 5,79%.

“Investor asing tetap berhati-hati dan memilih untuk memegang cash dibandingkan aset sambil menunggu perkembangan situasi sosial politik terkini. Walaupun demonstrasi masih marak terjadi di berbagai daerah, aksi berlangsung damai, yang membuka peluang membaiknya sentimen pasar dalam waktu dekat,” sebut riset Mega Capital Sekuritas.

Apabila aksi demonstrasi hari ini juga berlangsung damai, lanjut riset tersebut, maka aktivitas pasar berpeluang pulih. Mega Capital Sekuritas memperkirakan rupiah akan mengalami konsolidasi di kisaran Rp 16.400-16.500/US$.

(aji)

No more pages