Logo Bloomberg Technoz

Sebagai catatan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat sempat menurun sekitar 3,5% ke level 7.547,56 saat pembukaan perdagangan pagi ini. Sementara itu, asing membukukan jual bersih atau net sell sebesar Rp688 miliar di pasar reguler dengan saham-saham yang paling banyak dijual salah satunya emiten perbankan seperti bank BCA (BBCA) dan Bank Mandiri (BMRI). 

"Karena demo di prediksi akan lebih terkendali, bank masih akan beroperasi seperti biasa," jelasnya. 

Sekadar catatan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan total jumlah kredit perbankan mencapai Rp8.059,79 triliun hingga Juni 2025 atau naik 7,77% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp7.478,4 triliun.

Namun, capaian tersebut tumbuh melambat jika dibandingkan periode bulan sebelumnya atau hingga Mei 2025 yang mengalami kenaikan pertumbuhan secara tahunan hingga mencapai 8,43%.

"Pada Juni 2025, kredit tumbuh 7,77% yoy menjadi sekitar Rp8.059,79 triliun," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Juli, Senin (4/8/2025).

Dari sisi penggunaannya, Dian mengatakan, kredit investasi menjadi penopang pertumbuhan secara tahunan (yoy) tertinggi mencapai 12,53%, diikuti oleh kredit konsumsi yang berada di posisi kedua dengan pertumbuhan 8,49%. Sementara, kredit modal kerja hanya tumbuh 4,45%.

Dari sisi kepemilikan, Bank Umum swasta domestik mengalami pertumbuhan paling tinggi dengan peningkatan sebesar 10,78% YoY. Sementara dari sisi debitur, kredit korporasi juga tumbuh sebesar 10,78%.

"Sementara, kredit UMKM [usaha mikro, kecil, dan menengah] tumbuh sebesar 2,18% di tengah upaya perbankan yang berfokus pada pemulihan kualitas kredit UMKM," tutur Dian.

(lav)

No more pages