Saat ini, masyarakat Amerika terus berbelanja, tetapi belum jelas berapa lama momentum tersebut akan bertahan di tengah kenaikan harga dan melemahnya pasar tenaga kerja.
Harga saham berjangka dan obligasi pemerintah AS memangkas penurunan, sedangkan dolar AS tetap menguat. Para pelaku pasar masih memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga saat mereka berkumpul pada 16-17 September.
Berbicara di konferensi tahunan The Fed di Jackson Hole pekan lalu, Gubernur Jerome Powell dengan hati-hati membuka peluang pemangkasan suku bunga bulan depan di tengah meningkatnya risiko terhadap pasar tenaga kerja, meski ia menekankan dampak tarif terhadap harga "kini terlihat jelas."
Sebelum pertemuan tersebut, bagaimanapun, para pembuat kebijakan akan menerima laporan tambahan tentang inflasi dan pasar tenaga kerja.
Kenaikan inflasi didorong oleh biaya jasa lebih tinggi, yang melonjak paling tinggi sejak Februari. Hal ini termasuk lonjakan biaya pengelolaan portofolio, yang mencerminkan reli pasar saham selama berbulan-bulan. Biaya jasa rekreasi, termasuk olahraga dan hiburan langsung, juga naik.
Peningkatan belanja sebagian besar disebabkan oleh pembelian barang, terutama barang tahan lama seperti mobil, perabotan rumah tangga, dan peralatan olahraga.
Metrik inflasi jasa yang dipantau ketat, yang tidak termasuk energi dan perumahan, naik 0,4%, tertinggi dalam lima bulan terakhir. Sementara itu, biaya barang menurun.
Guna melindungi konsumen AS, beberapa perusahaan bergegas mengimpor barang sebelum tarif berlaku, sedangkan yang lain mendiversifikasi rantai pasokan mereka atau memilih untuk mengorbankan margin keuntungan mereka sendiri.
Namun, dengan sebagian besar tarif kini berlaku, banyak perusahaan menekankan perlunya meneruskan lebih banyak biaya tambahan tersebut kepada pembeli.
(bbn)
































