Puan menambahkan, tragedi meninggalnya Affan harus menjadi peringatan agar insiden serupa tidak terulang.
“Kita bersama harus selalu mawas diri, harus selalu bekerja keras, dan harus selalu berdoa agar ke depan insiden dan tragedi seperti ini tidak terjadi kembali dan tidak pernah terjadi lagi,” imbuhnya.
Latar Belakang Demo: Protes Kenaikan Gaji DPR
Gelombang protes bermula dari kebijakan kenaikan tunjangan DPR yang dianggap publik tidak peka terhadap kondisi ekonomi. Di tengah daya beli masyarakat yang melemah dan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK), penghasilan anggota DPR justru melonjak hingga lebih dari Rp100 juta per bulan.
Kenaikan ini dipicu antara lain oleh tunjangan PPh Pasal 21 yang membuat anggota DPR tidak perlu membayar pajak penghasilan pribadi, karena ditanggung sepenuhnya oleh negara. Besarannya mencapai Rp1,7 juta hingga Rp2,6 juta per bulan.
Selain gaji pokok sekitar Rp4,2 juta, anggota DPR juga menerima sederet tunjangan lain, mulai dari tunjangan perumahan Rp50 juta, fasilitas kredit mobil Rp70 juta per periode, hingga tunjangan komunikasi dan pengawasan yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah.
Kebijakan ini menuai kritik luas karena dianggap menunjukkan ketimpangan dengan kondisi ekonomi masyarakat. Aksi protes pun marak terjadi di depan Gedung DPR, hingga memuncak pada insiden yang merenggut nyawa Affan Kurniawan.
(lav)































