Logo Bloomberg Technoz

Dengan begitu, semua mata uang Asia berhasil menggilas dolar AS kecuali dolar Hong Kong dan dolar Taiwan yang masih melemah 0,11% dan 0,02%.

Mata uang emerging market seperti rupiah yang dinilai lebih berisiko, turut kecipratan tuah saat indeks dolar AS atau DXY bergerak stagnan di zona pelemahan di 98,049.

Dollar Index (yang menggambarkan posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) pun melemah 0,18%, berdasarkan data real–time Bloomberg dari perdagangan hari sebelumnya.

Angin segar yang menerpa mayoritas mata uang Asia terjadi ketika sentimen pasar cenderung berfokus pada data PDB Amerika Serikat dan pidato pejabat The Fed yang diagendakan pada Kamis malam setempat.

DXY (Sumber: Bloomberg)

Energi penguatan hari ini juga bertepatan dengan pengumuman Bank of Korea (BOK) yang kembali menahan suku bunga acuannya. Bank Sentral Korea Selatan (Korsel) menunda dimulainya kembali siklus pelonggaran.

Bank Sentral menetapkan suku bunga repo tujuh hari tetap di level 2,5% pada Kamis. Keputusan ini sesuai dengan prediksi 22 dari 23 ekonom yang disurvei Bloomberg, sementara satu lainnya memperkirakan pemangkasan sebesar 0,25 poin.

“Kami memperkirakan BOK akan melanjutkan siklus pelonggaran di Kuartal IV, kemungkinan pada Oktober, setelah menilai dampak rencana suplai perumahan Pemerintah dan melihat tanda stabilisasi yang lebih jelas di pasar properti,” papar Ekonom Bloomberg Economics, Hyosung Kwon.

Penguatan rupiah hari ini juga berlangsung ketika pasar saham berhasil ditutup lebih positif. IHSG ditutup di zona hijau dengan penguatan 0,2% di posisi 7.952.

Mengutip riset Lloyd Chan, FX Strategist MUFG, seperti yang diwartakan Bloomberg News, Chan menyebut rupiah diproyeksikan akan stabil atau menguat tipis dalam beberapa bulan mendatang, seiring pelemahan dolar AS secara global.

Pusaran sentimen Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) dinilai menjadi beban bagi mata uang Negeri Paman Sam. Kemarin, Presiden Donald Trump memecat Anggota Dewan Gubernur Lisa Cook imbas dugaan pemalsuan data pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Pelengseran Cook bisa menjadi pembuka jalan bagi Trump untuk menempatkan sosok yang satu frekuensi dengannya. Sudah menjadi rahasia umum Trump berhajat kebijakan moneter menjadi lebih longgar dengan suku bunga rendah.

Kemungkinan penurunan suku bunga acuan pun membesar. Mengutip CME FedWatch, probabilitas pemangkasan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) ke 4–4.25% dalam rapat September adalah 87,3%. Naik dibanding satu minggu yang lalu 75%.

Probabilitas Federal Funds Rate September 2025 (Sumber: CME FedWatch)

Lionel Priyadi, Fixed Income and Macro Strategist PT Mega Capital Sekuritas menyebut, upaya Presiden Trump tampaknya mulai membuahkan hasil, tercermin dari rencana Senat AS untuk melakukan uji kelayakan atas pencalonan Stephen Miran sebagai pengganti sementara Gubernur The Fed Adriana Kugler pekan depan, serta pernyataan Presiden New York Fed Williams yang membuka peluang pemangkasan suku bunga.

“Perkembangan ini menunjukkan kubu Trump sudah mengantongi 5 suara dovish: Powell, Williams, Waller, Bowman dan Miran dari 12 anggota FOMC,” terang Lionel dalam riset terbarunya hari ini, Kamis.

(fad/aji)

No more pages