Logo Bloomberg Technoz

“Akhirnya yang terjadi justru kelangkaan dan kegaduhan,” tuturnya. 

Suasana sepi di SPBU BP-AKR di jalan Minangkabau Barat, Jakarta, Rabu (27/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Untuk itu, dia menyarankan sebaiknya kondisi dan tata kelola yang selama ini sudah berjalan dengan baik, tidak perlu diubah sehingga menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

“Hal-hal yang sudah berjalan baik, jangan di utak-atik, malah bikin ribut dan gaduh dalam kondisi ekonomi yang tidak baik baik saja ini,” ujarnya.

Ketika regulasi izin impor diubah, kata dia, SPBU swasta butuh waktu menyesuaikannya. Kondisi ini berbeda dengan SPBU milik negara, yakni PT Pertamina (Persero) yang masih memiliki kilang sendiri dan stok tangki yang tersebar di banyak wilayah.

Dengan demikian, perubahan regulasi tidak akan berpengaruh bagi perusahaan pelat merah tersebut.

Lebih jauh, Hadi berpandangan kelangkaan BBM di SPBU swasta yang berulang kali terjadi pada tahun ini bukan persoalan manajemen perusahaan.

Permintaan Stabil

Di sisi lain, dia juga menepis dugaan bahwa kelangkaan BBM di SPBU swasta akibat permintaan yang tinggi. Menurutnya, permintaan BBM cenderung stabil di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja.

⁠Demand-biasa biasa saja di tengah kondisi ekonomi yang masih low growth 4,8%—5,12%. Tidak ada kenaikan [konsumsi] BBM secara signifikan,” jelas Hadi. 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal melakukan evaluasi secara menyeluruh soal kembali langkanya pasokan BBM di sejumlah SPBU swasta tersebut.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pertimbangan tersebut dilakukan lantaran pemerintah sebelumnya menilai ada lonjakan impor BBM yang cukup tinggi pada Februari 2025.

"Untuk pasokan BBM secara nasional kita lakukan evaluasi secara keseluruhan," ujarnya di sela acara Indonesia Summit 2025 di Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Yuliot juga menampik jika kelangkaan pasokan BBM dari pihak swasta tersebut sebagai imbas dari adanya pembatasan kuota impor yang telah dilakukan pemerintah.

Suasana sepi di SPBU BP-AKR di jalan Perdatam Pancoran, Jakarta, Rabu (27/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kuota Ditambah

Dalam kesempatan terpisah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga justru mengatakan impor kuota BBM perusahaan swasta masih tak berbeda dari sepanjang 2024, yang kemudian juga turut ditambah 10%.

"Saya ingin katakan bahwa semua perusahaan swasta itu telah mendapatkan kuota impor yang jumlahnya sama dengan 2024, ditambah dengan 10%,” tegas Bahlil saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan.

Sementara itu, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH) juga berjanji akan segera mengecek penyebab gangguan pasok BBM di jaringan SPBU swasta tersebut. 

“Kalau terkait [dengan penyebab kekosongan pasokan] itu mesti kita cek dahulu ke badan usahanya, penyebab pastinya apa. Apakah karena proses pengiriman atau [kenaikan] permintaan,” ujar Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman dihubungi, kemarin.

Saleh mengaku hingga saat ini belum ada laporan dari Shell maupun BP-AKR yang masuk ke BPH Migas terkait dengan isu gangguan pasokan tersebut. Namun, BPH Migas menegaskan akan tetap memantau perkembangan kasus tersebut.

“Kami berharap bahwa pasokan dari BU niaga ini bisa segera normal kembali,” tuturnya.

Sebelumnya, warganet menyatakan kelangkaan stok sejumlah jenis BBM di beberapa SPBU Shell terjadi sejak akhir pekan lalu. Salah satu warganet bernama Bekti telah menyatakan jenis BBM Shell V-Power susah ditemukan pada Jumat (22/8/2025).

Kok sekarang V-Power susah ya, ga semua SPBU ada. Katanya sudah out of stock, kata karyawan jadi nunggu berbulan-bulan normal lagi,” tulis Bekti di kolom komentar Instagram Shell.

Keluhan tersebut terpantau makin banyak dilontarkan warganet pada hari ini, mereka mengeluhkan banyak SPBU Shell yang mengalami kekosongan pasokan BBM jenis Shell Super dan Shell V-Power.

Selain Shell, perusahaan migas asal Inggris BP juga dikabarkan mengalami hal serupa. Gangguan pasokan tersebut setidaknya terjadi di areal Jabodetabek dan sekitarnya. Sebagian masyarakat ramai mengeluh di akun resmi media sosial BP-AKR dan Shell yang ikut mengalami kekurangan pasokan.

Pengendara mengisi BBM di SPBU Shell jalan Prof. DR. Soepomo, Jakarta, Rabu (27/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Tak Pasti

Saat dimintai konfirmasi, President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian tidak menjelaskan penyebab pasti gangguan pasok BBM di SPBU perseroan, yang notabene merupakan kejadian yang sudah beberapa kali terulang sejak awal tahun ini.

“Produk BBM Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ tidak tersedia di beberapa jaringan SPBU Shell hingga waktu yang belum dapat dipastikan,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (27/8/2025).

Bagaimanapun, kata Ingrid, Shell masih melayani para pelanggan dengan produk BBM Shell V-Power Diesel dan layanan lainnya; termasuk Shell Select, Shell Recharge, bengkel, dan pelumas Shell.

“Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral [ESDM] untuk memastikan ketersediaan produk BBM di jaringan SPBU Shell. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujarnya.

Adapun, Presiden Direktur BP-AKR Vanda Laura mengatakan kelangkaan pasokan BBM di jaringan SPBU-nya terjadi untuk produk BP Ultimate dengan nilai oktan RON 95 dan BP 92 dengan oktan RON 92.

“Sehingga tidak dapat melayani penjualan produk BBM secara lengkap,” kata Vanda saat dimintai konfirmasi, Rabu (27/8/2025).

Kendati demikian, Vanda menegaskan, seluruh jaringan SPBU perseroan tetap beroperasi untuk melayani produk yang tersedia dan layanan lainnya kepada pelanggan.

Vanda mengatakan perseronnya berkomitmen untuk memulihkan ketersediaan stok BBM dengan berkoordinasi secara aktif dengan pihak-pihak terkait.

-- Dengan asistensi Azura Yumna Ramadani Purnama dan Sultan Ibnu Affan

(mfd/wdh)

No more pages