Logo Bloomberg Technoz

“Anda bisa menemukan litium di beberapa area, tetapi jika konsentrasinya terlalu rendah, maka industrialisasi tidak mungkin dilakukan. Jadi itulah yang sedang kami periksa saat ini bersama pusat penelitian kami di Prancis,” tegas dia.

Untuk diketahui, Kementerian ESDM melalui Badan Geologi mengonfirmasi kerja sama dengan Eramet Indonesia dalam mengeksplorasi mineral kritis, salah satunya litium, mulai diimplementasikan pada Agustus 2024.

Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid mengatakan pemerintah dan Eramet Indonesia bakal mulai menyusun rencana kerja (plan of action) pada Agustus 2024.

Adapun, kerja sama dilakukan karena Eramet Indonesia memiliki teknologi untuk eksplorasi, sementara Indonesia memiliki wilayah dengan potensi lihium di seluruh wilayah Indonesia, salah satunya di Bledug Kuwu, Jawa Tengah.

“Di seluruh wilayah potensi yang kira-kira ada, kerja sama bilateral seperti itu payungnya bukan hanya ditemukan di lokasi mana, tetapi apa yang akan dilakukan secara bersama,” ujar Wafid, pertengahan tahun lalu.

Kerja sama untuk eksplorasi litium dinilai potensial untuk mewujudkan target Indonesia sebagai produsen untuk baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Terlebih, potensi litium itu bakal digunakan untuk kebutuhan Indonesia.

Sekadar catatan, Badan Geologi dan Eramet Indonesia sudah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama pada Senin (6/5/2024).

Irwandy mengatakan kemitraan antara Badan Geologi dan Eramet Indonesia ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang dilakukan Pemerintah Prancis dan Indonesia di bidang Energi dan Sumber Daya Mineral pada 2011.

Adapun, kemitraan ini mencakup studi bersama mengenai mineral kritis di Indonesia, termasuk di antaranya studi potensi sumber daya litium.

Berbagai aspek mulai dari studi teknis, eksplorasi hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian dalam kerja sama yang akan berlangsung selama lima tahun tersebut.

Dalam perkembangannya, Kementerian ESDM membuka peluang bahwa kerja sama antara Kementerian ESDM dan Eramet Indonesia berpotensi dilakukan pada sumber potensial lainnya, salah satunya di Sulawesi Barat

Untuk diketahui, Berdasarkan catatan Badan Geologi Kementerian ESDM, beberapa wilayah yang diteliti cadangan litium dan boronnya tersebar di 5 lokasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur, yakni; Bledug Kuwu, Bledug Cangkring, Jono, Crewek, dan Kasongan.

Potensi dengan kadar litium dan boron terbesar berlokasi di Bledug Kuwu dengan jumlah 1.059—1.110 parts per million (ppm) dan boron 2.660—2.781 ppm.

(azr/wdh)

No more pages