China Genjot Likuiditas Jangka Panjang untuk Stabilkan Pasar
News
25 August 2025 14:20

Bloomberg News
Bloomberg, Bank Sentral China meningkatkan injeksi likuiditas jangka panjang ke dalam sistem keuangan, sebuah langkah yang diperkirakan bertujuan meredam aksi jual obligasi dan memastikan pendanaan cukup bagi perekonomian yang sedang melemah.
People’s Bank of China (PBOC) menambah likuiditas bersih sebesar 600 miliar yuan (sekitar Rp1.360 triliun) melalui fasilitas pinjaman jangka menengah satu tahun serta reverse repo tiga dan enam bulan sepanjang bulan ini. Jumlah tersebut merupakan yang terbesar sejak Januari, menurut perhitungan Bloomberg. Langkah itu membuat suku bunga pasar uang overnight turun, sementara kontrak berjangka obligasi naik.
Kebijakan ini menegaskan keinginan Beijing menjaga kondisi pendanaan tetap stabil sekaligus memfasilitasi penerbitan utang pemerintah, setelah investor menuntut imbal hasil tertinggi sejak Desember dalam lelang obligasi tenor 30 tahun. Langkah tersebut juga diperkirakan dapat meredam tekanan penarikan dana dari reksa dana obligasi dan mencegah kerugian yang berlarut ketika investor beralih membeli saham.
“PBOC akan terus melakukan injeksi likuiditas jangka panjang untuk memastikan penerbitan obligasi pemerintah berjalan lancar dan mendorong peningkatan kredit bank,” ujar Wang Qing, Kepala Analis Makro Golden Credit Rating Co. Menurutnya, langkah itu “memberi keyakinan pasar bahwa kebijakan moneter tetap berpihak pada pertumbuhan.”































