Logo Bloomberg Technoz

Bulan lalu, Departemen Keuangan AS memberi lampu hijau bagi Chevron untuk kembali memproduksi dan mengekspor minyak Venezuela.

Trump mengambil sikap keras terhadap Maduro, namun dia juga berusaha menjaga harga energi tetap terkendali, sembari menekan Iran menghentikan program nuklirnya dan Rusia mengakhiri perang di Ukraina.

Akhir bulan lalu, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terluas terhadap Teheran dalam tujuh tahun terakhir.

Kebijakan Washington terhadap minyak Venezuela telah mengalami fluktuasi besar sejak Trump kembali menjabat.

Menteri Luar Negeri Marco Rubio mendorong pendekatan garis keras, sementara utusan khusus Richard Grenell lebih condong pada strategi yang ramah terhadap kepentingan bisnis AS.

Departemen Keuangan menolak berkomentar, sementara Departemen Luar Negeri dan Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar. Repsol, Eni, Maurel & Prom, serta Reliance juga tak memberikan respons.

Meski AS tak punya kendali langsung atas perusahaan migas asing, rezim sanksinya terhadap Venezuela secara efektif memberi wewenang untuk menentukan perusahaan mana yang bisa berbisnis di sana.

Saat kembali ke Gedung Putih tahun ini, Trump berjanji akan menekan rezim Maduro dengan tekanan maksimal, sembari mendorong hubungan transaksional yang mencakup negosiasi soal migrasi dan izin Chevron.

Pada Juli, AS mengeluarkan lisensi terbatas dan bersifat privat untuk Chevron, yang mengizinkannya melanjutkan ekspor ke kilang AS.

Kesepakatan itu tercapai setelah Maduro menyetujui pertukaran 10 tahanan asal AS dengan 250 migran Venezuela yang ditahan di El Salvador.

Langkah tersebut membalik keputusan Trump sebelumnya yang sempat memblokir ekspor dan ekspansi Chevron di Venezuela, negara yang sejak 2019 berada di bawah sanksi sektor minyak.

Perusahaan migas Eropa selama ini melobi AS agar mengembalikan lisensi lama yang memungkinkan mereka menerima pembayaran dalam bentuk minyak mentah terkait utang PDVSA.

Di era Presiden Joe Biden, mereka sempat mendapat keringanan terbatas, namun Trump membiarkan izin itu kedaluwarsa.

Kesepakatan Chevron diperkirakan menambah pasokan minyak mentah untuk kilang AS lebih dari 200.000 barel per hari, sekaligus membuka jalur pembayaran bagi Venezuela melalui transaksi langsung dengan Chevron.

(bbn)

No more pages