“Hasil HbA1c saya sedikit di atas rata-rata, gula darah puasa 120, gula darah sewaktu 130. Dokter kemudian meresepkan Ozempic, bukan semata untuk menurunkan berat badan, tetapi untuk kontrol gula darah,” katanya, Jumat (22/8/2025).
Penggunaan obat berbasis semaglutide itu dibarengi dengan diet ketat dan olahraga rutin. Hasilnya cukup nyata, yakni berat badan turun dari 93 kilogram menjadi 88 kilogram hanya dalam waktu sekitar satu bulan.
“Awalnya saya hobi makan dan ngemil. Akan tetapi, sejak terapi, napsu makan berkurang. Saya bisa menahan diri makan nasi cuma sekali sehari. Pagi hanya roti, sore buah,” ujarnya.
Menurutnya, efek samping signifikan tidak dirasakan selama menjalani terapi. Suntikan diberikan sepekan sekali di bagian perut pada jam yang sama, dimulai dengan dosis 0,25 mg pada bulan pertama, lalu naik ke 0,5 mg pada bulan kedua.
Obat tersebut dibelinya di apotek dekat rumah dengan sistem pemesanan, dan harus disimpan di lemari es agar tetap terjaga kualitasnya.
Cerita ini menambah deret pengalaman pengguna Ozempic di berbagai negara yang mengaku terbantu dalam menekan berat badan, meski semula dirancang untuk terapi diabetes tipe 2.
Namun, para sebagai mengingatkan, penggunaan obat ini tetap memerlukan pengawasan medis ketat untuk mencegah risiko jangka panjang.
(fik/wdh)































