Logo Bloomberg Technoz

Sejumlah transaksi jumbo bernilai miliaran dolar tengah diproses, dan Kotak Mahindra Capital Co. memperkirakan perusahaan bisa menggalang lebih dari US$30 miliar dalam setahun ke depan.

Sejumlah perusahaan EBT yang akan melantai di bursa. (Bloomberg)

Target Modi untuk menggandakan kapasitas energi bersih menjadi 500 gigawatt pada 2030, setara dengan total pembangkit listrik di Inggris, Prancis, dan Jerman digabung, sempat memicu ledakan IPO hijau dan reli saham pada 2024.

Namun valuasi yang terlalu tinggi dan keterlambatan proyek membuat euforia mereda. Kini pipeline kesepakatan kembali menguat setelah harga saham mulai bangkit dari level terendah.

“Perpaduan sempurna antara kepastian kebijakan, teknologi yang terbukti, dan aliran modal ESG global mendorong lonjakan IPO energi bersih India,” kata Amit Ramchandani, direktur pelaksana sekaligus CEO Motilal Oswal Investment Advisors.

“Permintaan terhadap listrik hijau 24 jam makin memacu proyek-proyek dengan dukungan penyimpanan energi.”

India, penghasil emisi terbesar ketiga dunia, menargetkan net zero pada 2070 sebagaimana diumumkan Modi di KTT Iklim COP26 pada 2021.

Dengan insentif produksi yang makin agresif, pemasok panel surya, kendaraan listrik, dan tenaga angin tumbuh pesat di India, melahirkan gelombang kandidat IPO baru.

Kapasitas terpasang energi bersih India, termasuk tenaga nuklir, mencapai 246 gigawatt pada Juli, menurut Kementerian Energi Baru dan Terbarukan.

Dari jumlah itu, tenaga surya mendominasi dengan 119 gigawatt, disusul angin 52 gigawatt dan hidro 50 gigawatt.

Kinerja saham perusahaan energi bersih. (Bloomberg)

India kini menjadi salah satu titik terang langka bagi IPO energi bersih, di tengah lesunya penawaran serupa secara global akibat tekanan suku bunga tinggi dan kebijakan pro-fosil Presiden AS Donald Trump.

Vikram Solar menutup penawaran saham pekan ini dengan target dana hingga 20,8 miliar rupee atau sekitar US$239 juta.

Clean Max Enviro Energy Solutions Ltd. juga mengajukan IPO pekan ini, sementara otoritas pasar modal India telah menyetujui rencana IPO Fujiyama Power Systems Ltd. pada Juli.

Hero Future Energies Ltd., yang didukung KKR & Co., menunjuk penasihat keuangan untuk IPO senilai 50 miliar rupee, menurut laporan Economic Times.

Sejumlah perusahaan tersebut menjadi bagian dari pipeline kuat yang berpotensi melantai di bursa dalam setahun mendatang.

(bbn)

No more pages