Logo Bloomberg Technoz

Sejumlah saham menjadi pemberat laju IHSG pada siang hari ini. Saham–saham energi, saham infrastruktur, dan saham barang baku mencatatkan pelemahan paling dalam, dengan masing–masing drop mencapai 2,48%, 1,13% dan 1,08%.

Amblesnya IHSG yang begitu dalam merupakan efek secara langsung dari turunnya sejumlah saham Big Caps, terutama saham DSSA. Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Kamis (21/8/2025).

  1. Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menekan 52,85 poin
  2. Barito Renewables Energy (BREN) menekan 10,47 poin
  3. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menekan 8,27 poin
  4. Barito Pacific (BRPT) menekan 4,99 poin
  5. Sinar Mas Multiartha (SMMA) menekan 4,41 poin
  6. Bank Mandiri (BMRI) menekan 4,40 poin
  7. GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) menekan 4,31 poin
  8. Chandra Asri Pacific (TPIA) menekan 2,26 poin
  9. Merdeka Copper Gold (MDKA) menekan 1,67 poin
  10. Elang Mahkota Teknologi (EMTK) menekan 1,61 poin

Adapun saham energi lain juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) drop 5,56%, saham PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) jatuh 5,56%, dan saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga terjebak di zona merah dengan ambles 5,08%.

Disusul oleh pelemahan saham infrastruktur, saham PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) yang terjun bebas 8,04%, saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) ambles 4,02%, dan saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang melemah 3,65%.

MSCI Pangkas Bobot Saham DSSA

Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) ambles hingga menyentuh Auto Reject Bawah (ARB) sepanjang perdagangan Kamis (21/8/2025), usai MSCI mengumumkan pemangkasan bobot emiten energi Grup Sinar Mas itu dalam MSCI Indonesia Index.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, pada pukul 15.00 WIB, harga DSSA ambles 14,94% ke level Rp78.550/saham dengan posisi terendahnya Rp78.500/saham.

Seperti diketahui, DSSA memiliki bobot besar dalam pergerakan IHSG sepanjang hari ini, bersama saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan sejumlah saham perbankan Big Caps lainnya.

Ambles dalamnya saham DSSA imbas pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memangkas bobot saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dalam MSCI Indonesia Index pada tinjauan indeks Agustus 2025. 

Peninjauan yang dilakukan MSCI dipicu oleh ketidakpastian terkait jumlah saham beredar atau free float DSSA, sementara emiten ini memiliki kontribusi besar dalam proforma indeks.

Dalam pengumuman resminya, MSCI menetapkan faktor penyesuaian sebesar 0,5 terhadap Foreign Inclusion Factor (FIF) DSSA. Akibat perubahan ini, FIF saham energi milik Grup Sinar Mas tersebut diturunkan dari 0,25 menjadi 0,13, dan akan mulai tercermin dalam dokumen Advanced Corporate Event (ACE) per 21 Agustus 2025.

Sebagai catatan, FIF merupakan faktor penyesuaian yang digunakan MSCI untuk menentukan porsi kapitalisasi pasar suatu saham yang bisa dimasukkan ke dalam indeks, terutama dengan mempertimbangkan keterbukaan bagi investor asing. Angka yang lebih rendah mencerminkan bobot yang lebih kecil dalam perhitungan indeks.

(fad)

No more pages