Logo Bloomberg Technoz

Namun, harga emas masih terkoreksi 0,26% dalam sepekan terakhir. Selama sebulan ke belakang, harga turun 1,51%.

Jadi, sepertinya faktor bargain buying alias ‘serok di bawah’ jadi penyebab kenaikan harga emas. Mungkin pasar melihat harga emas sudah ‘murah’ sehingga menarik untuk diborong.

Selain itu, harga emas naik di tengah penantian investor terhadap acara simposium tahunan bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve di Jackson Hole, Wyoming. Ada kemungkinan Gubernur Jerome ‘Jay’ Powell akan memberikan kisi-kisi soal arah kebijakan moneter ke depan.

Mengutip CME FedWatch, probabilitas penurunan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) dalam rapat September adalah 81,9%.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil. Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.

(aji)

No more pages