Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg News sebelumnya melaporkan bahwa pemerintahan Trump telah membahas untuk mengambil sekitar 10% saham produsen chip yang sedang kesulitan, sementara SoftBank Group Corp. mengumumkan taruhan mengejutkan pada kebangkitan Intel lewat persetujuan pembelian saham senilai US$2 miliar di perusahaan tersebut.

Saham Intel naik hingga 11% dalam perdagangan di New York pada Selasa, sementara SoftBank turun 4% di Tokyo.

“Mengapa kita memberikan uang sebesar ini kepada perusahaan senilai US$100 miliar? Apa untungnya bagi pembayar pajak Amerika? Dan jawaban Donald Trump adalah kita harus mendapatkan saham ekuitas sebagai imbalan atas uang kita,” kata Lutnick.

“Alhasil, kita akan menyalurkan dana yang sudah dijanjikan di bawah pemerintahan Biden, dan kita akan mendapatkan saham ekuitas sebagai imbalan atasnya.”

Pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Intel akan menandai perubahan besar dalam kebijakan AS terhadap semikonduktor. Kesepakatan ini, jika disetujui, berpotensi menjadi landasan bagi kesepakatan serupa dengan produsen chip lainnya.

Intel Corp. (Bloomberg)

“Bayangkan, pemerintahan Joe Biden secara harfiah memberikan Intel — secara gratis, dan memberikan uang kepada TSMC secara gratis, dan semua perusahaan ini hanya memberikan uang secara gratis,” kata Lutnick, merujuk pada Taiwan Semiconductor Manufacturing Co., produsen chip besar lainnya.

“Donald Trump mengubahnya menjadi, ‘Hey, kami ingin ekuitas untuk uang itu,’” lanjut sekretaris tersebut. “Bagaimana itu tidak lebih cerdas, lebih baik, dan lebih penting bagi pembayar pajak AS daripada hanya uang gratis?”

Lutnick mengatakan AS ingin memindahkan sebagian produksi chip ke dalam negeri untuk tujuan keamanan nasional.  

“Kita perlu memproduksi chip sendiri di sini. Kita tidak bisa bergantung pada Taiwan,” katanya.

Pada saat yang sama, Lutnick tidak menampik kemungkinan mengizinkan Nvidia Corp. untuk menjual chip kecerdasan buatan (AI) baru yang sedang dikembangkan untuk pasar China.

Kantor pusat Intel (Bloomberg)

Reuters melaporkan bahwa chip semikonduktor tersebut akan berbasis arsitektur Blackwell dan lebih powerful daripada model H20 yang saat ini diizinkan diekspor ke China.  

“Tentu saja, dia ingin menjual chip baru ke China,” kata Lutnick, merujuk pada Jensen Huang, Chief Executive Officer (CEO) Nvidia. “Saya telah mendengarnya mempresentasikan ide kepada presiden, dan presiden mendengarkan perusahaan teknologi besar kami, dan dia akan memutuskan bagaimana dia ingin bertindak.”

Trump pekan lalu memberi sinyal bahwa dia terbuka untuk mengizinkan Nvidia menjual chip dengan spek ‘downgrade’ dibandingkan model Blackwell-nya ke China. Pemerintah telah menyepakati kesepakatan yang tidak biasa dengan Nvidia dan Advanced Micro Devices Inc. (AMD) untuk membayar pemerintah 15% dari pendapatan yang terkait dengan penjualan chip ke China.

(bbn)

No more pages