Logo Bloomberg Technoz

Pemerintahan Presiden Donald Trump menunjukkan kesiapan untuk menggunakan militer melawan kartel narkoba Amerika Latin. Trump telah menekan Meksiko tanpa henti untuk memberantas organisasi kriminal dan menghentikan perdagangan fentanil—atau menghadapi tarif tinggi atas barang-barangnya. 

Kementerian Komunikasi Venezuela belum membalas permintaan komentar mengenai laporan ini.

Presiden Nicolas Maduro, dalam acara bersama sekutu politiknya pada Senin malam, mengatakan pemerintahannya mempertahankan wilayah kedaulatan dan tidak ada yang akan menyentuh tanah negara, seperti dilaporkan kantor berita pemerintah AVN. Maduro tidak menyebut AS maupun laporan Reuters

Pemerintahan Trump mendeportasi sekitar 250 warga Venezuela ke penjara terkenal di El Salvador tahun ini, menggunakan undang-undang AS yang kontroversial berusia 227 tahun yang digunakan pada masa perang.

Trump berargumen bahwa penegakkan undang-undang tersebut dibenarkan oleh "invasi" terhadap terduga anggota geng yang dikenal sebagai Tren de Aragua, yang ditetapkan AS sebagai Organisasi Teroris Asing tahun ini.

Para deportan yang dipenjara di El Salvador dipulangkan ke Venezuela pada Juli lalu dengan imbalan pembebasan 10 warga Amerika.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning mengatakan pemberantasan narkoba merupakan tanggung jawab bersama.

"Namun, kami berharap negara-negara besar berperan secara bertanggung jawab, menjaga perdamaian dan stabilitas regional, serta menangani masalah ini dengan baik bersama negara-negara terkait," ujarnya pada Selasa dalam konferensi pers rutin di Beijing, tanpa menyebut AS.

China memiliki hubungan yang baik dengan Venezuela dan dikenai tarif oleh AS sebagai sanksi atas sesuatu yang Washington anggap sebagai peran Beijing dalam produksi fentanil. Juni lalu, China bergerak memperketat pengawasan terhadap dua bahan kimia yang dapat digunakan untuk memproduksi fentanil, tampaknya sebagai bentuk perdamaian dengan AS. 

(bbn)

No more pages