Logo Bloomberg Technoz

Data selama seminggu terakhir kemungkinan besar tidak banyak mengubah pandangan terkait inflasi dan ekonomi. Indeks Harga Konsumen inti, yang tidak termasuk makanan dan bahan bakar, naik pada Juli dengan kenaikan terbesar sejak awal tahun. Namun, biaya barang-barang yang terkena tarif tidak naik sebanyak yang dikhawatirkan.

Laporan terpisah tentang inflasi wholesale menunjukkan bahwa tekanan harga terhadap perusahaan semakin meningkat. Sementara itu, data terbaru tentang penjualan ritel menunjukkan bahwa konsumen Amerika sedikit lebih berani dalam dua bulan terakhir, meskipun penurunan sentimen mengindikasikan kekhawatiran tentang inflasi dan pasar tenaga kerja.

“Gubernur Fed Jerome Powell memiliki kesempatan untuk mengakhiri spekulasi dengan pidatonya di Simposium Jackson Hole tahunan (Jumat). Tahun lalu, ia menggunakan pertemuan bankir sentral untuk memberi sinyal bahwa Fed siap menurunkan suku bunga. Namun, keadaan berbeda, dan kami tidak berpikir ia akan sejujur itu tahun ini,” menurut Bloomberg Economics yang beranggotakan Anna Wong, Stuart Paul, Eliza Winger, Estelle Ou, dan Chris G. Collins

Sifat global konferensi Jackson Hole juga memberikan kesempatan bagi rekan-rekan Powell untuk menyatakan dukungan mereka di tengah kritik terus-menerus dari Presiden Donald Trump. Independensi bank sentral kemungkinan akan menjadi topik pembicaraan di sela-sela konferensi. 

Sejumlah ekonom akan mempresentasikan makalah penelitian baru selama pertemuan, dan biasanya ada panel yang menampilkan kepala bank sentral terbesar di dunia. 

Di tempat terpisah bankir sentral di Selandia Baru diperkirakan akan menurunkan suku bunga untuk memperkuat pasar tenaga kerja. Data inflasi dan penjualan ritel menjadi sorotan utama di Inggris, sementara indeks manajer pembelian untuk ekonomi di seluruh dunia akan membantu mengungkap dampak tarif AS.

Sepekan ke depan berbagai bank sentral di belahan negara dunia akan umumkan suku bunga acuan. (Bloomberg)

(bbn)

No more pages