Rangkuman Tanggapan Pelaku Pasar atas RAPBN 2026
Redaksi
16 August 2025 09:15

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto telah memaparkan Rancangan Undang-undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 di hadapan Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD kemarin. Pelaku pasar pun memberikan sejumlah reaksi.
Belanja negara dalam RAPBN 2026 ditargetkan sebesar Rp 3.786,5 triliun. Naik 7,3% dibandingkan rencana tahun ini.
“Kualitas belanja negara harus terus ditingkatkan. Kita terus mendorong efisiensi belanja, setiap rupiah yang dibelanjakan harus memberi manfaat yang nyata. Belanja operasional yang tidak efisien dipangkas. Belanja negara harus memberi manfaat nyata, menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya beli, dan meningkatkan kualitas layanan publik,” tegas Prabowo, Jumat (15/8/2025).
Kepala Negara juga menyebut ada 8 agenda prioritas dalam RAPBN 2026 yaitu:
-
Ketahanan pangan.
-
Ketahanan energi.
-
Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk generasi unggul.
-
Pendidikan bermutu untuk Sumber Daya Manusia (SDM) berdaya saing global.
-
Kesehatan berkualitas yang adil dan merata.
-
Penguatan ekonomi rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih (KMDP).
-
Pertahanan semesta untuk menjaga kedaulatan bangsa.
-
Percepatan investasi dan perdagangan global.
Mengutip Bloomberg News, terdapat sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bakal mendapat angin segar dari rencana belanja negara tersebut. Keinginan Prabowo untuk memperluas hilirisasi mineral dan memaksimalkan nilai tambah akan menjadi sentimen positif bagi emiten seperti PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).





























