Di sisi lain, Perry menambahkan, digitalisasi juga telah diintegrasikan agar pesantren dapat menjadi bagian dari rantai pasok halal yang lebih luas, termasuk makanan halal dan modest fashion.
Ia menilai karakter santri yang pekerja keras dan berjiwa wirausaha cocok untuk membangun ekosistem ekonomi syariah yang tangguh. Selain itu, jejaring antar-pesantren yang dipimpin para kiai mampu membentuk aggregator produk halal hingga merambah pasar ekspor secara digital.
"Wirausaha itu harus kuat, banting tulang, iya santri [juga] begitu. Masuk-keluar [pesantren] tetap banting tulang terus, belajar betul, kerja keras," jelasnya.
Oleh karena itu, sejalan dengan hal tersebut, Perry meminta agar BSI untuk turun langsung menjemput penumpangnya dalam hal ini pesantren guna membantu bisnis atau pembiayaan di sana.
"Makanya BSI, terjunlah ke pesantren agar financing di sana itu bisa [berjalan baik]'," pungkasnya.
Sebelumnya, BI memperkirakan kinerja ekonomi syariah di Indonesia akan tumbuh di kisaran 4,8%-5,6% pada 2025. Angka ini lebih tinggi dibanding target ekonomi syariah pada tahun lalu, yakni tumbuh di kisaran 4,7%-5,5%.
"Bahwa perekonomian ditopang dengan sektor unggulan rantai nilai halal atau halal value chain yang tumbuh 4% pada 2024 dan kontribusinya pada PDB (Produk Domestik Bruto) di empat sektor unggulan itu mencapai 25%. Relatif besar," kata Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Imam Hartono dalam paparan Taklimat Media BI dengan tema Sinergi Kebijakan Mendorong Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Inklusif, Rabu (4/6/2025).
Kata dia, proyeksi tersebut mempertimbangkan adanya strategi mendorong pertumbuhan pengguna industri keuangan syariah di Indonesia, pengembangan ekonomi syariah, dan literasi ekonomi dan keuangan syariah.
"Bahwa perekonomian ditopang dengan sektor unggulan rantai nilai halal atau halal value chain yang tumbuh 4% pada 2024 dan kontribusinya pada PDB (Produk Domestik Bruto) di empat sektor unggulan itu mencapai 25%. Relatif besar," ujar Imam.
Imam menjelaskan, kinerja perbankan syariah pada 2024 juga tumbuh positif 9,87%, meski mengalami sedikit perlambatan 8,8% pada Mei 2025.
(lav)
































