Layanan Cloud di Asia Pasifik Bakal Bernilai Rp2,1 Kuadriliun
Farid Nurhakim
13 August 2025 09:58

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pengeluaran layanan teknologi komputasi awan (cloud) publik di kawasan Asia Pasifik terus meningkat. Hal ini didorong oleh modernisasi infrastruktur teknologi informasi yang pesat, integrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta adanya machine learning.
Berdasarkan panduan pengeluaran perangkat lunak dan layanan cloud publik seluruh dunia dari International Data Corporation (IDC), pasar layanan cloud publik di kawasan diproyeksikan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 19,8% dari 2025-2029. Angkanya naik dari US$53 miliar (setara Rp864 triliun) pada 2024 menjadi US$131 miliar (setara Rp2,1 kuadriliun).
Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan adopsi Infrastruktur sebagai Layanan (IaaS), Platform sebagai Layanan (PaaS), dan Perangkat Lunak sebagai Layanan (SaaS), di mana menjadi penting bagi bisnis yang ingin meningkatkan efisiensi operasional dan mendorong inovasi.
Sektor-sektor utama seperti pemerintahan, layanan kesehatan, dan perbankan memimpin dalam modernisasi infrastruktur IT, yang makin mempercepat adopsi cloud di seluruh kawasan Asia Pasifik.
Pergeseran kawasan tersebut menuju strategi cloud-first tengah membentuk kembali prioritas bisnis dan menyelaraskan investasi teknologi dengan tujuan organisasi yang lebih luas.































