Logo Bloomberg Technoz

Hal ini sejalan dengan teknologi komputasi awan menjadi pusat transformasi bisnis dan para perusahaan besar memprioritaskan keamanan, waktu aktif, serta ketahanan dalam investasi cloud mereka, melansir laman resmi IDC, Rabu (13/8/2025).

Sementara itu, integrasi AI ke dalam platform cloud menambah kompleksitas serta mendorong organisasi-organisasi guna mengandalkan penyedia layanan terkelola dan vendor cloud untuk layanan khusus.

Adapun aplikasi SaaS diperkirakan bakal berlipat ganda dalam pangsa pasar selama periode 2025-2029, yang memanfaatkan kemajuan AI mutakhir untuk meningkatkan personalisasi, pengalaman pelanggan, dan efisiensi operasional. 

Kemudian, ekosistem mitra memainkan peran penting dalam memungkinkan transformasi cloud yang mulus, dengan vendor berfokus pada kasus penggunaan spesifik industri dan solusi berbasis tingkat pengembalian investasi (ROI) untuk memenuhi beragam kebutuhan pelanggan.

“Walaupun tantangan seperti migrasi sistem lama dan masih adanya kekurangan terkait talenta, lintasan pertumbuhan pasar cloud publik Asia Pasifik yang kuat menyoroti komitmen kawasan ini terhadap teknologi cloud-native dan modernisasi data,” kata Manajer Riset, Data dan Analitik IDC, Mario Allen Clement,

Dia menyebut bahwa IDC memandang terdapat momentum yang sangat kuat di industri seperti jasa keuangan, ritel, dan telekomunikasi, di mana cloud menjadi elemen dasar operasional. “Naiknya permintaan IaaS, PaaS, dan SaaS, ditambah dengan investasi strategis dalam solusi cloud berdaulat, memposisikan Asia Pasifik sebagai kekuatan penting dalam lanskap cloud global pada tahun-tahun mendatang,” ujar Clement.

Ada Investasi Cloud di Australia, India, dan Singapura 

Di samping itu, sektor telekomunikasi dan jasa keuangan memimpin adopsi cloud publik di Asia Pasifik. Hal ini didorong oleh modernisasi jaringan dan peralihan cepat ke perbankan digital. 

Sektor-sektor seperti ritel, bisnis, dan layanan pribadi, serta pemerintahan pun mengalami pertumbuhan yang pesat, dipicu oleh ekspansi e-commerce, efisiensi operasional, dan inisiatif e-governance di banyak negara di kawasan Asia Pasifik.

Industri seperti barang tahan lama dan layanan kesehatan mungkin lebih sensitif terhadap kenaikan biaya ini, mengingat potensi margin yang lebih ketat atau kurva adopsi yang lebih lambat.

Sementara itu, Australia, India, dan Singapura tengah mengalami momentum yang kuat. Dengan didukung oleh investasi terkait cloud berdaulat dan mandat residensi data.

Namun, tekanan ekonomi makro seperti inflasi dan ketegangan geopolitik memengaruhi pengeluaran jangka pendek. Meski demikian, fokus kawasan Asia Pasifik pada teknologi cloud-native dan modernisasi data diperkirakan bakal mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan dan memperkuat posisinya di pasar cloud global.

(far/wep)

No more pages