Logo Bloomberg Technoz

Gubernur The Fed Bank of Richmond Tom Barkin mengatakan ketidakpastian arah ekonomi mulai berkurang. Namun, belum jelas apakah bank sentral harus lebih memprioritaskan pengendalian inflasi atau mendorong lapangan kerja.

Di media sosial, Presiden AS Donald Trump kembali mengkritik Gubernur The Fed Jerome Powell terkait keputusan mempertahankan suku bunga. Trump juga mengatakan sedang mempertimbangkan gugatan terhadap Powell atas renovasi gedung kantor pusat bank sentral yang biayanya membengkak dan menuai sorotan.

“Kebijakan The Fed sangat bergantung pada data, dan dengan inflasi yang terkendali serta tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja semakin jelas dari revisi data ketenagakerjaan, fokus kini akan lebih condong pada sisi lapangan kerja,” ujar Alexandra Wilson-Elizondo dari Goldman Sachs Asset Management. “Data inflasi ini mendukung narasi adanya pemangkasan suku bunga ‘asuransi’ pada September, yang akan menjadi penggerak utama pasar.”

Di China, pemerintah meminta perusahaan lokal untuk menghindari penggunaan prosesor H20 buatan Nvidia Corp, terutama untuk kebutuhan yang terkait dengan pemerintah. Langkah ini mempersulit upaya kembalinya Nvidia ke pasar China, setelah pemerintahan Trump membatalkan larangan efektif penjualan tersebut.

Selain itu, China akan memberlakukan bea tambahan pada rapeseed asal Kanada setelah investigasi anti-dumping, memperburuk perselisihan dagang yang telah mengganggu arus pasokan komoditas.

Sementara itu, China Evergrande Group mengumumkan sahamnya akan dihapus dari pencatatan di Bursa Hong Kong. Langkah ini menandai berakhirnya era bagi pengembang yang pernah bersinar, namun akhirnya ambruk dan menjadi simbol krisis properti China. Kejatuhan Evergrande merupakan yang terbesar dalam krisis yang memperlambat pertumbuhan ekonomi China dan memicu gelombang kesulitan di kalangan pengembang.

Menunggu Kepastian Tarif

Pejabat AS mempertahankan suku bunga sepanjang tahun ini sambil menunggu kejelasan apakah tarif akan menyebabkan inflasi yang berkelanjutan. Di sisi lain, pasar tenaga kerja — salah satu mandat ganda The Fed — mulai menunjukkan tanda-tanda kehilangan momentum.

Menurut Marco Casiraghi dari Evercore, dengan risiko terhadap pasar tenaga kerja yang meningkat, The Fed kemungkinan akan mentoleransi inflasi yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan, selama efek lanjutan tetap terkendali dan ekspektasi harga tetap terjaga.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kepada Fox Business bahwa kini pertanyaannya adalah apakah pemangkasan suku bunga 50 basis poin akan dilakukan pada September. Ia menambahkan, The Fed seharusnya bisa memangkas suku bunga pada Juni atau Juli jika data ketenagakerjaan awal sudah tersedia.

Dengan rilis data CPI yang sudah berlalu, fokus investor akan beralih ke laporan penjualan ritel AS pada Jumat mendatang. Menurut Bret Kenwell dari eToro, data tersebut akan menunjukkan apakah optimisme konsumen sejalan dengan komentar positif dari laporan laba perusahaan, di tengah kekhawatiran terhadap pasar tenaga kerja.

(bbn)

No more pages