Logo Bloomberg Technoz

"Sehingga kami sampai hari ini tidak mendapatkan dukungan maksimal untuk membuat langkah-langkah nyata yang kami siapkan, termasuk dukungan anggaran sampai hari ini Agrinas Pangan Nusantara masih nol," ujar dia.

"Termasuk teman-teman di Danantara masih terbelenggu dengan administrasi yang panjang, rumit, bertumpang tindih dan tidak pernah selesai. Sehingga sudah 6 bulan kami masih belum bisa melakukan apapun," kata dia menegaskan.

Joao juga menilai saat ini birokrasi yang dijalankan oleh Danantara masih tidak sesuai seperti diharapkan Presiden Prabowo. Dia mengingatkan semesetinya Danantara hadir mempercepat semua proses yang berorientasi kepada bisnis.

"Tapi pelaksanaannya bertele-tele dan tidak fokus dengan kondisi dan situasi," ujarnya.

Joao menegaskan apa yang disampaikannya bukan kritikan, tetapi mungkin keadaan dirinya belum terbiasa dengan sistem administrasi birokrasi yang sangat berbelit

"Saya rasa kita sebagai pemimpin pasti yang salah tidak pernah anak buah, yang salah adalah pemimpinnya, makanya saya hari ini sebagai pimpinan terutama Agrinas Pangan Nusantara tidak akan membebankan tanggung jawab ketidakberhasilan, dan saya sampaikan pengunduran diri saya sebagai bentuk tanggung jawab saya," ujar dia.

Respons Danantara

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengakui telah menerima infomasi mengenai mundurnya Joao Angelo. Dia memastikan layanan kepada mitra dan pemangku kepentingan Agrinas akan dilaksanakan seperti biasa.

"Proses transisi kepemimpinan akan dilakukan secara tertib, terukur, dan terencana untuk memastikan kelancaran program strategis, serta kesinambungan arah dan tujuan perusahaan," ujar Rosan, Selasa (12/8/2025).

Rosan mengatakan Danantara Indonesia menghormati keputusan pribadi Joao Angelo De Sousa Mota. Keputusan kata dia, pihaknya hargai sebagai langkah professional.

"Akan diproses sesuai ketentuan serta tata kelola perusahaan yang berlaku," ujar Rosan.

Satu hal yang pasti, lanjut Rosan, Danantara menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara ketat di seluruh aspek operasional perusahaan. Setiap aksi korporasi, kata dia, dilaksanakan setelah melalui kajian kelayakan yang komprehensif dan sesuai prosedur yang berlaku.

"Proses yang sedang berjalan memastikan setiap keputusan diambil dengan prinsip kehati-hatian, mendukung keberlanjutan kinerja perusahaan," ujar dia.

(ain)

No more pages