Pasien adalah seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang mengalami demam, ruam, dan nyeri sendi setelah melakukan perjalanan ke Foshan, Provinsi Guangdong, pada Juli lalu, menurut keterangan dari otoritas kesehatan setempat. Pihak berwenang meyakini infeksi terjadi di Foshan. Saat ini, pasien dirawat di lingkungan bebas nyamuk dan anggota keluarganya berada dalam pengawasan medis.
Ini merupakan kasus pertama chikungunya yang dilaporkan di Hong Kong sejak 2019. Foshan, kota yang dapat ditempuh dalam 90 menit dengan kereta cepat dari Hong Kong, telah mencatat lebih dari 6.500 kasus dalam beberapa pekan terakhir. Wabah ini mendorong kota lain di Tiongkok menerapkan pembatasan ketat yang mengingatkan pada masa pandemi.
Di sisi lain, Badan Penyakit Menular Singapura (CDA) melaporkan melaporkan kasus chikungunya sepanjang tahun 2025.
Hingga 2 Agustus 2025, tercatat 17 kasus chikungunya, menurut buletin penyakit menular CDA. Angka ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni delapan kasus, dan melampaui total 15 kasus sepanjang tahun 2024.
“Kehadiran nyamuk Aedes, serta pelancong yang membawa virus, merupakan faktor risiko penyebaran penyakit tersebut, kata CDA dilansir dari CNA , Minggu (10/08/2025).
Lebih lanjut, CDA menyatakan bahwa dari 16 kasus chikungunya yang dilaporkan hingga akhir Juli, 13 orang baru saja pulang melancong dari negara yang berisiko terkena penyakit tersebut.
“Tiga kasus lokal perdamaian bersifat sporadis dan tidak terkait satu sama lain,” tambahnya.
Indonesia Belum Menerapkan Pembatasan ke China
Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada imbauan larangan perjalanan ke China buntut adanya wabah Chikungunya.
“Belum ada travel warning [peringatan perjalanan] dari pemerintah,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kemenkes, Aji Muhawarman kepada Bloomberg Technoz , Kamis (07/08).
Meski begitu, Aji memperingatkan masyarakat Indonesia yang ingin bepergian ke Tiongkok untuk bisa mengikuti perkembangan kasus tersebut. Bila ada kebijakan agar mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.
"Dan jika harus ke [China], untuk mematuhi kebijakan atau protokol yang berlaku," imbauannya.
Dia juga menegaskan bahwa saat ini Indonesia tidak berada pada status wabah terkait kasus Chikungunya.
(dhf)






























