Logo Bloomberg Technoz

Meskipun terjadi peningkatan kasus tahun ini, angkanya jauh lebih rendah dibandingkan saat Singapura mengalami wabah chikungunya, khususnya pada tahun 2008 dan 2013.

Menurut Pusat Nasional untuk Penyakit Menular, Singapura mencatat 718 kasus chikungunya pada tahun 2008, dan pada tahun 2009 jumlahnya kasusnya menurun hingga tahun 2010.

Pada tahun 2013, kasus chikungunya melonjak lagi, mencapai 1.059 infeksi dibandingkan dengan 22 pada tahun sebelumnya.

Empat puluh delapan kasus tersebut merupakan kasus impor, sementara sisanya terjadi infeksi lokal, menurut laporan Pengawasan Penyakit Menular tahun itu.

Laporan tersebut mencatat bahwa "wabah yang belum pernah terjadi sebelumnya" ini menunjukkan risiko Singapura terhadap infeksi yang dibawa warganya dari luar negeri.

CDA menyatakan pihaknya akan mempertimbangkan langkah kesehatan masyarakat tambahan apabila muncul data baru yang menunjukkan peningkatan risiko di Singapura.

Profesor Ooi Eng Eong, wakil direktur program Penyakit Menular Baru di Sekolah Kedokteran Duke-NUS mengatakan masyarakat yang terinfeksi menunjukkan gejala yang mirip dengan demam berdarah, seperti demam akut, nyeri sendi, ruam, dan sakit kepala.

Namun, nyeri sendi yang disebabkan oleh chikungunya dapat berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

(dec/del)

No more pages