Logo Bloomberg Technoz

Lahan Kota Dikuasai Industri, Hunian Murah Sulit Diakses

Merinda Faradianti
08 August 2025 18:40

Ilustrasi gedung perkantoran di kawasan Sudirman. (Muhammad Fadli/Bloomberg)
Ilustrasi gedung perkantoran di kawasan Sudirman. (Muhammad Fadli/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pakar Kebijakan Publik dari Institute for Development of Policy and Local Partnerships (IDP-LP) Riko Noviantoro mengatakan, mahalnya lahan di kawasan perkotaan, karena lebih banyak digunakan untuk industri ataupun bisnis lainnya.

Sehingga, ketersediaan lahan untuk hunian semakin sedikit dan menyebabkan melonjaknya harga tanah. Pemerintah pun mengami, bahwa harga rumah yang mahal bukan karena teknologi konstruksi, tetapi harga tanah yang sudah mulai tak masuk akal.

"Persoalan hunian ini lebih banyak dialami kawasan perkotaan. Di mana, lahannya lebih banyak digunakan sebagai ketersediaan pabrik atau pusat industri dan bisnis. Sehingga tidak lagi menyediakan lahan untuk hunian," katanya pada Bloomberg Technoz, Jumat (8/8/2025).


Kata Riko, karena ketersediaan lahan yang kurang memicu harga rumah atau hunian menjadi mahal di tengah perkotaan. Meski begitu, Riko menyebut bahwa pemerintah tetap memiliki kewajiban menyediakan tempat hunian layak bagi masyarakat.

"Pemerintah tetap bertanggung jawab dalam lingkup mendorong daya beli masyarakat, agar memiliki kemampuan bertempat tinggal bagi warga negaranya. Misal, memberikan kemudahan pinjaman atau kredit perumahan, atau mendorong iklim investasi properti yang hemat kepada pengembangan, agar dapat dijangkau warga negara," jelasnya.