Bloomberg Dollar Spot Index menghapus kenaikan hariannya setelah pencalonan Miran diumumkan. The Fed belum menanggapi permintaan komentar.
Miran mengkritik rekam jejak The Fed dalam beberapa tahun terakhir. Dalam makalah pada Maret 2024, Miran dan Dan Katz, yang kini menjabat sebagai Kepala Staf Departemen Keuangan, merinci rencana reformasi The Fed berisi 24 halaman yang menuding kesalahan kebijakan bank sentral terletak pada "pemikiran kelompok."
Rencana tersebut juga mengecam The Fed yang berkembang ke area politik yang menurut mereka berada di luar wewenangnya.
"Rekam jejak Federal Reserve dalam beberapa tahun terakhir menimbulkan pertanyaan apakah mereka sudah bekerja sesuai dengan praktik terbaik independensi bank sentral," tulis Miran dan Katz.
Mereka mendesak pemisahan kebijakan moneter dari regulasi dan pengawasan perbankan di The Fed dengan mencabut wewenang dewan atas pengawasan. Perubahan—yang memerlukan persetujuan legislatif—ini akan "menghindari pencemaran yang tidak perlu dalam proses kebijakan moneter," tulis keduanya.
Joe Gilbert, manajer portofolio dari Integrity Asset Management, mengatakan Miran "bukan pilihan yang diharapkan, tetapi sesuai dengan kerangka yang dicari pasar."
"Miran akan memberi suara lain yang berpotensi mendukung kebijakan The Fed yang lebih longgar," kata Gilbert.
Hal ini memperkuat keyakinan bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga untuk sisa tahun ini. Pasanya, kecil kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga dengan tiga suara penolakan dari dewan. "Kita telah resmi memasuki siklus pelonggaran bagi pasar."
Berbicara pada Bloomberg Television, Kamis pagi, Miran mengatakan tidak ada "bukti signifikan secara makroekonomi mengenai tekanan harga" dari peningkatan tarif oleh Trump terhadap mitra dagang AS.
"Secara keseluruhan, kami tidak memperkirakan inflasi yang signifikan akibat tarif," ujarnya. Jika inflasi terjadi akibat tarif, "itu akan menjadi pergeseran tingkat harga yang terjadi sekali saja, bukan tren yang berkelanjutan," jelasnya.
Pandangan tersebut membuatnya sedikit bertentangan dengan Jerome Powell. Gubernur The Fed tersebut mengatakan meski skenario dasarnya bahwa dampak tarif terhadap inflasi mungkin bersifat jangka pendek, para pembuat kebijakan The Fed harus mewaspadai skenario alternatif.
"Juga mungkin bahwa dampak inflasi justru lebih persisten, dan itu merupakan risiko yang harus dievaluasi dan dikelola," kata Powell dalam konferensi pers 30 Juli. Pernyataannya muncul setelah para pembuat kebijakan memutuskan mempertahankan suku bunga acuan The Fed untuk kelima kalinya berturut-turut.
Pada Kamis, Miran juga memuji Gubernur The Fed Christopher Waller saat ditanya mengenai upaya Trump mencari pengganti Powell, yang masa jabatannya sebagai gubernur berakhir Mei mendatang.
Waller menentang keputusan The Fed yang tidak mengubah suku bunga bulan lalu, mengatakan ia lebih memilih penurunan sebesar seperempat poin. Waller memperkirakan dampak inflasi dari tarif akan menyebabkan kenaikan harga sekali saja, sekaligus mengkhawatirkan tanda-tanda melemahnya pasar tenaga kerja yang semakin besar.
"Dia melakukan pekerjaan yang sangat baik dengan tidak terjebak dalam sindrom kekacauan tarif yang tampaknya menjangkiti banyak orang di seluruh negeri, terutama di The Fed," ucap Miran. "Dia telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dengan memiliki suara yang independen."
Senat, yang harus menyetujui penunjukan Miran, sedang dalam masa reses tahunan pada Agustus dan dijadwalkan kembali ke Washington awal September. Dari sana, proses konfirmasi bisa memakan waktu berminggu-minggu jika pencalonan tersebut diprioritaskan oleh para pemimpin Partai Republik.
Miran disetujui untuk menduduki jabatannya saat ini pada Maret dengan suara 53-46 berdasarkan batas partai.
(bbn)
































