Gencatan senjata ini ditengahi oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dalam kapasitasnya sebagai ketua ASEAN, dan berlangsung di tengah tekanan dari Presiden AS Donald Trump, yang menggunakan kebijakan tarif perdagangan sebagai alat negosiasi.
Konflik antara Thailand dan Kamboja berakar dari sengketa perbatasan lama yang bermula dari peta dan perjanjian era kolonial. Hubungan kedua negara relatif stabil sejak bentrokan tahun 2011 yang menewaskan puluhan orang, sebelum kembali memanas dan berubah menjadi pertempuran sengit bulan lalu.
Thailand dan Kamboja sepakat untuk menggelar pertemuan para komandan militer regional dalam dua pekan ke depan guna membahas tindak lanjut. Wakil Menteri Pertahanan Thailand, Nattaphon Narkphanit, mengatakan bahwa komite perbatasan akan bertemu kembali dalam sebulan untuk membahas pembersihan ranjau darat dan penanggulangan kejahatan siber.
(bbn)































