“Dalam batas tertentu, hasil ini menjadi sebuah kelegaan,” tulis analis Morgan Stanley, termasuk Joseph Moore, dalam catatannya. “Ketakutan terbesar adalah tarif semacam itu akan langsung diberlakukan.”
Harga minyak naik setelah mengalami penurunan lima hari berturut-turut — tren terburuk sejak Mei — di tengah meningkatnya tekanan AS terhadap negara-negara pembeli minyak Rusia. Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun naik dua basis poin menjadi 4,25%, sementara indeks dolar melemah untuk hari kelima berturut-turut, mencatat rekor penurunan terpanjang dalam hampir empat bulan.
Trump mengumumkan bahwa AS akan mengenakan "tarif sekitar 100% terhadap chip dan semikonduktor" pada Rabu malam waktu setempat. Namun ia menambahkan, “jika Anda memproduksi di Amerika Serikat, tidak ada biaya.” Pernyataan ini disampaikan bersamaan dengan kunjungan CEO Apple Tim Cook ke Gedung Putih, di mana ia mengumumkan rencana investasi sebesar US$100 miliar di AS.
Dari Eropa, Trump juga mengungkapkan rencana untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pekan depan, sebagai upaya terbaru membawa perdamaian antara kedua negara.
Sementara itu, Bank of England diperkirakan akan memangkas suku bunga pada Kamis sore waktu setempat.
Di sisi lain, salah satu tarif tertinggi yang diberlakukan Trump kini resmi berlaku terhadap Swiss, setelah negara itu gagal dalam upaya terakhir untuk membujuk AS menurunkan tarif tersebut.
Tiga pejabat bank sentral AS atau Federal Reserve pada Rabu menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap kondisi pasar tenaga kerja AS, dan mengisyaratkan kemungkinan pemangkasan suku bunga pada September. Presiden The Fed San Francisco, Mary Daly, menyebut bahwa kemungkinan besar kebijakan moneter perlu disesuaikan dalam “beberapa bulan mendatang” guna mencegah penurunan lebih lanjut dalam perekrutan tenaga kerja.
Data yang dirilis pekan lalu menunjukkan perlambatan tajam dalam pertumbuhan lapangan kerja selama beberapa bulan terakhir. Pada pertemuan akhir Juli, The Fed mempertahankan suku bunga dan dijadwalkan akan bertemu kembali pada September. Dua pertemuan tambahan dijadwalkan menyusul pada 2025.
Para pelaku pasar kini menantikan data mingguan klaim pengangguran yang akan dirilis Kamis malam untuk mencari petunjuk lebih lanjut soal kekuatan pasar kerja AS.
Secara terpisah, Trump juga mengindikasikan bahwa ia kemungkinan akan menunjuk gubernur sementara untuk mengisi kursi kosong di Dewan Gubernur The Fed dalam beberapa hari ke depan. Ia menegaskan tidak akan menggunakan penunjukan ini sebagai sinyal pergantian Gubernur Jerome Powell.
Dari Asia, ekspor China secara mengejutkan mencatat pertumbuhan tercepat sejak April, menunjukkan ketahanan perdagangan luar negeri meski di bawah tekanan tarif tinggi dari AS. Namun, indeks saham China nyaris tidak bergerak.
Adapun terkait tarif baru, AS juga menetapkan tambahan tarif 25% terhadap barang-barang dari India, menggandakan tarif yang sebelumnya diumumkan. Bursa saham India melemah untuk hari ketiga berturut-turut, sementara nilai tukar rupee juga turun.
(bbn)






























