The Fed Lempar Sinyal 'Dovish' Lagi, Rupiah Siap Unjuk Gigi
Tim Riset Bloomberg Technoz
07 August 2025 08:02

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah berpeluang melanjutkan penguatan dalam perdagangan hari ini menyusul perkembangan sentimen global yang cenderung memberi angin pada aset-aset paar berkembang.
Sinyal penurunan bunga acuan Amerika Serikat (AS) oleh bank sentral mereka yakni Federal Reserve (The Fed) makin kuat memberi angin pada mata uang di luar dolar AS.
Peluang penguatan rupiah terbuka bila melihat sinyal dari pasar mancanegara (offshore).
Kontrak rupiah Nondeliverable Forward (NDF) di bursa New York kemarin ditutup menguat 0,24% di level Rp16.362/US$. Sementara di bursa Singapura pagi ini, Kamis (7/8/2025), rupiah NDF bergerak makin meyakinkan di kisaran Rp16.344/US$.
Penguatan otot rupiah di pasar NDF offshore terjadi ketika indeks dolar AS, DXY, ditutup melemah cukup banyak kemarin hingga 0,61% di level 98,17. Pagi ini, DXY bergerak sedikit menguat di kisaran 98,27.































