Menurut dia, angka penetrasi internet Indonesia tahun ini merupakan buah kerja keras bersama, tak hanya dari pemangku kepentingan (stake holder) di industri, namun juga dari pemerintah serta masyarakat yang membantu penetrasi penyebaran internet di Tanah Air. Angka penetrasi internet Indonesia 2025 naik tipis 1,16% dari 2024 yakni 79,50% menjadi 80,66% pada tahun ini.
Dari angka penetrasi internet Indonesia 2025 sebesar 80,66%, Arif mengakui masih ada hampir 20% atau tepatnya 19,34% masyarakat Indonesia yang belum menerima layanan internet.
“Ini yang menjadi PR (pekerjaan rumah) kita bersama,” sambung dia.
Arif mengatakan bahwa salah satu kendalanya adalah infrastruktur telekomunikasi yang menumpuk dan belum merata di Tanah Air. Padahal jumlah penyedia layanan internet (ISP) di Indonesia saat ini sudah sekitar 1.300 perusahaan.
Sementara itu, Arif menyebut tingkat penetrasi internet Indonesia berdasarkan aktivitas, ada yang bekerja dengan penetrasi 78,57% dan kontribusi 52,52% sampai mengurus rumah tangga penetrasinya 77,57% dan komtribusi 23,49%. Untuk yang tidak atau belum bekerja penetrasi internetnya 67,22% dan kontribusi 7,47%, sekolah atau kuliah penetrasinya 86,30% dan kontribusi 14,80%, serta pensiunan penetrasi internetnya 77,22% dan kontribusi 1,71%.
“Kalau dilihat dari aktivitas yang dilakukan dalam pengguna internet tentunya ada kaum pekerja, nah ibu rumah tangga juga. kalau saya sebutnya professional house wife ya. Jadi juga salah satu yang memang berkontribusi menggunakan internet di rumah,” ujar Arif.
(ain)































