Logo Bloomberg Technoz

Suntikan dana ini hadir setelah Nyrstar, yang sempat memproduksi uji coba antimon awal tahun ini, mencatat kerugian signifikan dari kedua fasilitas akibat tingginya biaya operasional dan tekanan persaingan dari China.

CEO Nyrstar Australia, Matt Howell, pada Juni lalu menyebut bahwa smelter mengalami kerugian puluhan juta dolar setiap bulannya akibat anjloknya biaya pemrosesan.

Meski begitu, operasi ini tetap menjadi bagian penting dari lini perdagangan logam Trafigura yang menguntungkan secara global.

“Dalam situasi pasar global yang sangat menantang, dukungan ini mencerminkan pentingnya operasi Nyrstar di Australia dalam membangun kapabilitas kedaulatan dan memasok kebutuhan logam bagi ekonomi modern dunia,” kata CEO Nyrstar Global, Guido Janssen, dalam pernyataan tersebut.

Langkah ini dinilai menjadi ujian sejauh mana pemerintah Australia bersedia mempertahankan kapasitas smelter domestik. Fasilitas Port Pirie dan Hobart telah beroperasi selama lebih dari satu abad.

Namun muncul pertanyaan apakah pendanaan satu kali ini cukup, terutama ketika fasilitas lain seperti proyek aluminium Tomago milik Rio Tinto di New South Wales juga mengincar dukungan serupa dari pemerintah.

“Tanpa pendekatan ekosistem yang menyeluruh, bukan tak mungkin kita akan kembali berada dalam situasi serupa—dengan smelter meminta bantuan dana lagi dalam 10 tahun ke depan,” ujar Profesor Manufaktur Lanjutan di Swinburne University, Suresh Palanisamy, dalam wawancara telepon bulan lalu.

“Memberi dukungan pada satu smelter, atau bahkan hanya pada satu industri seperti peleburan logam, tidak akan cukup. Kita butuh pendekatan makro yang menyasar keseluruhan rantai pasok.”

(bbn)

No more pages